Ketua Bawaslu Sulsel: Ini Tugas Baru Panwas Pangkep

Dia menambahkan tugas baru pengawas pemilu tentang menjaga netralitas aparatur Sipil Negara (ASN), Polri, dan TNI.

Ketua Bawaslu Sulsel: Ini Tugas Baru Panwas Pangkep
munjiyah/tribunpangkep.com
Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Sulawesi Selatan, L Arumahi membawakan materi dalam rapat kerja Panwascam se-Pangkep di hotel Empress Makassar, Sabtu (11/11/2017). 

TRIBUNPANGKEP.COM, PANGKAJENE-- Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Sulawesi Selatan, L Arumahi mengatakan ada tugas yang baru bagi panwas dalam pemilu.

"Selain pencegahan, ada juga penindakan," kata L Arumahi saat membawakan materi dalam rapat kerja Panwascam se-Pangkep di hotel Empress Makassar, Sabtu (11/11/2017).

Dia menambahkan tugas baru pengawas pemilu tentang menjaga netralitas aparatur Sipil Negara (ASN), Polri, dan TNI.

"Jadi tugas baru ini, bukan kemauan Panwaslu atau Bawaslu, tetapi ini kemauan undang-undang atau konstitusi," ujarnya.

L Arumahi menambahkan, misalnya juga penambahan kewenangan itu misalnya, Panwas ikut mengawasi perekrutan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK).

"Jadi seleksi tersebut diawasi karena banyaknya indikator atau intervensi birokrasi dalam perekrutan PPK tersebut," ungkapnya.

Sementara pada kewenangan Money Politic, L Arumahi menuturkan, dulu perbuatan pidana, tidak efektif, tidak memberikan efek jera.

Sehingga kini sanksi diberikan pidana administrasi dan hanya untuk peserta pasangan calon, gubernur, bupati.

"Sanksi paling berat adalah diskualifikasi atau dibatalkan pasangan calon tersebut, begitu juga incumbent yang mencalonkan diri, tidak bisa lagi melakukan mutasi di jajaran ASN sejak enam bulan sebelum tugasnya berakhir," jelasnya.

Rapat Kerja se-Kabupaten Pangkep tersebut dihadiri 39 Panwascam dan staf pengawasan.

Penulis: Munjiyah Dirga Ghazali
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved