Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

10 November - Ingat Pelajaran SD Bendera Belanda Dirobek di Atas Hotel? Pelakunya Pemuda Berani Ini

Hari Pahlawan 10 November diambil dari peristiwa Pertempuran Surabya yang terjadi pada tahun 1945.

Tayang:
Penulis: Hamdan Soeharto | Editor: Mansur AM
Net
Bendera Belanda Dirobek di Hotel Yamato 

TRIBUN-TIMUR.COM - Selamat Hari Pahlawan! Semoga kita bisa meneladani keberanian para pahlawan kita memperjuangkan dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Hari Pahlawan diperingati tiap tahun semoga tidak sekadar seremoni belaka.

Baca: 5 Fakta dr Helmi, Spesialis Kecantikan Tega Tembak Mati dr Letty Istrinya, No 3 Beauty Is Priceless

Baca: 1 Tahun Dipakai Rina Nose Lepas Jilbab, 4 Artis Ini Juga Lakukan Hal Sama, No 1 Kontroversial

Hari Pahlawan adalah hari peringatan jasa pahlawan pada tanggal 10 November setiap tahunnya di Indonesia.

Hari Pahlawan 10 November diambil dari peristiwa Pertempuran Surabya yang terjadi pada tahun 1945.

Pertempuran itu melibatkan tentara dan milisi Indonesia pro-kemerdekaan.

Mereka berperang melawan tentara Britania Raya dan Belanda yang menjadi bagian Revolusi Nasional Indonesia.

Peristiwa ini terjadi pada tanggal 10 November 1945 di Kota Surabaya, Jawa Timur.

Pertempuran ini menjadi perang pertama setelah kemerdekaan Indonesia.

Pasukan Indonesia berjuang mati-matian demi mempertahankan kemerdekaan dari pasukan asing.

Perang ini juga menjadi terbesar dan terberat dalam sejarah Revolusi Nasional Indonesia.

Hal ini juga menjadi simbol nasional atas perlawanan Indonesia terhadap kolonialisme.

Masih ingatkah peristiwa bersejarah ini?

Berikut ini kronologi peristiwa 10 November di Surabaya!

Baca: Lowongan Kerja - PT Pelabuhan Indonesia 1 Butuh Karyawan Secepatnya. Jangan Lewatkan

Baca: Lowongan Kerja - Bank Mandiri Butuh Banyak Karyawan. Cek Informasinya Sekarang

Baca: Lowongan Kerja - Kementerian Agraria dan Tata Ruang RI Butuh Pegawai, Cek Info Lengkapnya

Peristiwa ini bermula ketika 1 Maret 1942 tentara Jepang mendarat di Pulau Jawa.

Tujuh hari kemudian pemerintah kolonial Belanda menyerah tanpa syarat atas Jepang berdasarkan Perjanjian Kalijati tanggal 8 Maret 1942.

Mulai saat itu Indonesia diduduki oleh Jepang.

Tiga tahun kemudian, Jepang takluk dari Amerika Serikat setelah peristiwa bom atom yang dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki.

Dalam kekosongan kekuasaan, Soekarno kemudian memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945.

Foto karya Frans Mendur yang mengabadikan Presiden Soekarno membacakan naskah proklamasi di Jalan Pegangsaan Timur, Nomor 56, Cikini, Jakarta.
Foto karya Frans Mendur yang mengabadikan Presiden Soekarno membacakan naskah proklamasi di Jalan Pegangsaan Timur, Nomor 56, Cikini, Jakarta. (kompas.com)

Setelah kekalahan Jepang, rakyat dan pejuang melucuti senjata para tentara Jepang.

Rupanya hal itu menimbulkan gesekan dan pertempuran hebat.

Disisi lain tentara Inggris mendarat di Jakarta.

Inggris ingin mengembalikan Indonesia kepada administrasi pemerintah Belanda sebagai jajahan Hindia Belanda.

Mulai 1 September 1945, bendera merah putih berkibar di seluruh wilayah Indonesia sesuai maklumat pemerintah Indonesia tertanggal 31 Agustus 1925.

Oranye Hotel
Oranye Hotel ()

Maklumat itu tersampaikan ke daerah-daerah hingga terjadi insiden di Hotel Yamato Heru atau Hotel orange (sekarang Hotel Majapahit) di Surabaya.

Sebagian pemuda berebut naik ke atas hotel untuk menurunkan bendera Belanda.

Hariyono yang semula bersama Sudirman kembali ke dalam hotel dan terlibat dalam pemanjatan tiang bendera dan bersama Kusno Wibowo berhasil menurunkan bendera Belanda, merobek bagian birunya, dan mengereknya ke puncak tiang kembali.

Peristiwa ini disambut oleh massa di bawah hotel dengan pekik 'Merdeka' berulang kali.

Rakyat Indonesia pun melawan dan terjadilah pertempuran makin hebat.

Bentrokan bersenjata di Surabaya memuncak saat terbunuhnya Pimpinan tentara Inggris untuk Jawa Timur, Brigadir Jenderal Mallaby.

Mallaby tewas pada 30 Oktober 1945 sekitar pukul 20.30 WIB ketika mobil yang ditumpanginya berpapasan dengan sekelompok milisi Indonesia ketika akan melewati Jembatan Merah.

Kesalahpahaman menyebabkan terjadinya tembak menembak yang berakhir dengan tewasnya Brigadir Jenderal Mallaby.

Pada 10 November pagi, tentara Inggris mulai melancarkan serangan.

Pasukan sekutu mendapatkan perlawanan dari pasukan dan milisi Indonesia.

Selain Bung Tomo terdapat pula tokoh-tokoh berpengaruh lain dalam menggerakkan rakyat Surabaya.

Bung Tomo
Bung Tomo (blogspot.co.id)

Beberapa datang dari latar belakang agama seperti KH. Hasyim Asy'ari, KH. Wahab Hasbullah serta kyai-kyai pesantren lainnya.

Mereka mengerahkan santri-santri mereka dan masyarakat sipil sebagai milisi perlawanan.

Perlawanan rakyat yang pada awalnya dilakukan secara spontan dan tidak terkoordinasi, makin hari makin teratur.

Pertempuran ini mencapai waktu sekitar tiga minggu.

Baca: TERPOPULER - Pengumuman Lulus CPNS Kemenkumham, Ditipu di FB, dan Kahiyang Ayu

Baca: Bikin Takjub! Lihat Cara Presiden Jokowi Perlakukan Istri Gusdur. Demi Kahiyang, Sinta Rela Begini

Serunya pertempuran yang dimulai 10 November 1945 itu kini ditetapkan sebagai Hari Pahlawan sekaligus mengenang keberanian dan teladan pejuang dan milisi mempertahankan republik yang baru saja diproklamirkan.(Tribunstyle.com/Verlandy Donny Fermansah)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved