Berbuat Onar Saat Unujuk Rasa di Polres Gowa, Enam Orang Diamankan

Mereka demo soal kasus penemuan mayat di Sungai Jeneberang. Mereka diamankan lantaran membuat ricuh saat melakukan aksi .

Berbuat Onar Saat Unujuk Rasa di Polres Gowa, Enam Orang Diamankan
Waode Nurming/Tribun Timur
Sejumlah massa melakukan aksi di depan Mapolres Gowa, Rabu (8/11). Mereka demo soal kasus penemuan mayat di Sungai Jeneberang. 

Laporan Wartawan Tribun Timur Wa Ode Nurmin

TRIBUN-TIMUR.COM,SUNGGUMINASA- Enam pengunjuk rasa diamankan di depan Mapolres Gowa, Rabu (8/11).

Mereka demo soal kasus penemuan mayat di Sungai Jeneberang. Mereka diamankan lantaran membuat ricuh saat melakukan aksi .

Aksi yang dikoordinatori Indra Setiawan ini awalnya berjalan damai namun mulai memanas saat massa menendang papan bicara depan gerbang masuk.

Keenamnya langsung diamankan karena tidak dapat menunjukkan surat izinnya dan digiring masuk ke ruang Intelkam.

"Tangkap semua.....," teriak salah satu anggota Sabhara.

Aksi ini digelar untuk mempertanyakan standar operasional prosedur (SOP) tindakan Timsus saat melakukan penangkapan kasus pembunuhan.

Hingga terjadi kekerasan adanya tindakan penembakan yang menyebabkan salah satu terduga tersangka tewas.

Korban kasus pembunuhan ini yakni Mursalim (21) warga Dusun Lassang, Desa Towata, Kecamatan Polongbangkeng Utara, Kabupaten Takalar. Dan berprofesi sebagai sopir mobil ayam potong.

Dia ditemukan tewas membusuk di pinggir Sungai Jeneberang pada 9 Januari lalu.

Pelaku pembunuhan sendiri sudah ditangkap. Namun sampai saat ini belum ada rilis resmi dari Mapolres Gowa juga berapa jumlah pelaku dan motif pembunuhan itu.

Penulis: Waode Nurmin
Editor: Ardy Muchlis
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved