Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pilgub Sulsel 2018

Demokrat-PPP Amankan 'Pintu' IYL-Cakka Maju Pilgub Sulsel

Pasangan Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) bisa bernafas lega setelah mendapatkan dukungan Partai Demokrat

Penulis: Muh. Hasim Arfah | Editor: Ardy Muchlis
tribun-timur/sanovra-jr
Ichsan Yasin Limpo dan Andi Mudzakkar didampingi istri Hajjah Novita Madonza Amu berdiri berdampingan Ichsan, dan Hajjah Andi Tendri Karta salam Punggawa usai deklarasi pasangan maju di Pilgub Sulsel 2018 di CCC Makassar, Sabtu (29/7/2017) siang. berdiri disamping Andi Mudzakkar. 

Laporan: Hasim Arfah/ Tribun Timur

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pasangan Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) bisa bernafas lega setelah mendapatkan dukungan Partai Demokrat di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel 2018.

Dengan dukungan ini modal kursi dukungan yang berada dalam genggaman pasangan ini melebihi syarat yang ditetapkan KPU untuk mendaftar, minimal 17 kursi.

Jika IYL-Cakka maju melalui parpol, maka gabungan kursi yang dimiliki untuk sementara, yakni 18 kursi. Sebab selain Demokrat yang memegang 11 kursi di DPRD Sulsel, PPP yang mendudukkan 7 kadernya sebagai legislator, lebih awal "pasang badan" di pasangan Punggawa Macakka.

Modal kursi 18 ini, disebut-sebut masih memungkinkan bertambah. Mengingat, PAN yang memiliki 9 kursi, sejauh ini belum memfinalkan siapa pasangan jagoannya, apakah tetap di IYL-Cakka atau NA-ASS.

Apalagi sebelumnya, baik DPP maupun DPW PAN memberi kesempatan ke IYL-Cakka mencari tambahan parpol untuk mencukupkan koalisi. Sehingga dengan bergabungnya Demokrat, PAN berpeluang kembali ke "Rumah Kita".

"Dari awal memang kita sangat yakin bahwa IYL-Cakka akan mendapat tambahan dukungan parpol. Pertimbangannya, selain hasil survei, integritas keduanya tidak diragukan," kata Wakil Ketua Umum DPP PPP, Amir Uskara dilansir tim IYL-Cakka, Kamis (02/11/2017).

Sekadar diketahui dari berbagai hasil survei dari lembaga profesional, pasangan yang masing-masing punya pengalaman dua periode menjabat bupati ini, posisinya berada di atas.

Bahkan bocoran salah satu lembaga nasional, duet ini mengungguli kandidat lain yang sejak dulu melakukan sosialisasi.

Selain hasil survei, komitmen kedua pasangan ini patut diacungi jempol. Betapa tidak, di saat ada upaya pihak tertentu yang ingin menjegalnya, juga tidak sedikit elit politik yang memanfaatkan untuk merayu IYL mengganti pasangannya.

Hanya saja, Punggawa justru tak bergeming. Malah IYL memilih tidak maju jika harus meninggalkan Cakka. Sebab baginya, itu adalah harga diri yang harus dipertahankan.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved