Kemensos Beri Bantuan Alat Pendengar ke Guru SDN Terpencil di Sinjai
Penyerahan bantuan tersebut diberikan oleh lembaga tersebut bekerjasama dengan relawan Pospera, Pegiat Literasi Indonesia.
Penulis: Samsul Bahri | Editor: Ardy Muchlis
Laporan Wartawan Tribun Timur, Syamsul Bahri
TRIBUN-TIMUR.COM, SINJAI-- Pihak Kementerian Sosial Republik Indonesia (RI) memberi bantuan alat pendengar kepada guru SDN 45 Lempangan Boja, Desa Puncak, Kecamatan Sinjai Selatan, Sinjai, Sulawesi Selatan, bernama Abd Wahid Senin (1/11/2017).
Penyerahan bantuan tersebut bekerjasama dengan relawan Pospera, Pegiat Literasi Indonesia.
Penyerahan tersebut disaksikan langsung oleh Kepala Dusun Safaere, Desa Puncak bersama tokoh masyarakat Kamal.
Sebelumnya beberapa orang yang tergabung dalam kelompok Pegiat Literasi Indonesia mengunjungi SDN 45 Lempangan Boja Puncak Sinjai.
Dan setelah mereka memberi inspirasi di tempat tersebut terungkap jika ada guru di sekolah jarak jauh itu mengalami gangguan pendengaran.
Sehingga mengalami kesulitan dalam berkomunikasi dengan muridnya di sekolah tersebut.
Kordinator Pegiat Literasi Indonesia Nury Sybli yang sempat mengajar di sekolah Boja mengaku prihatin dg pak guru Abdul Wahid yang pendengarannya terganggu.
" Dengan bantuan alat dengar mudah-mudahan proses belajar mengajar anak-anak Boja lebih baik lagi," kata Nury.
Atas terungkapnya gangguan pendengaran tersebut sehingga mereka menyampaikan ke Kementerian Sosial untuk diberikan alat bantu. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/makassar_20171101_160435.jpg)