MotoGP 2017

Usai Lihat MotoGP di Sepang, Ini Harapan Penonton Asal Makassar

Mereka mengaku 'iri' melihat Malaysia bisa sukses menggelar MotoGP sejak beberapa tahun lalu.

Usai Lihat MotoGP di Sepang, Ini Harapan Penonton Asal Makassar - pang1_20171029_220428.jpg
TRIBUN TIMUR/JUMADI MAPPANGANRO
Para penonton asal Makassar usai menyaksikan MotoGP seri 17 musim 2017 di Sepang International Cirkuit (SIC), Selangor, Malaysia, Minggu (28/10/2017) sore.
Usai Lihat MotoGP di Sepang, Ini Harapan Penonton Asal Makassar - pang2_20171029_220626.jpg
TRIBUN TIMUR/JUMADI MAPPANGANRO
Para penonton menyaksikan MotoGP seri 17 musim 2017 di Sepang International Cirkuit (SIC), Selangor, Malaysia, Minggu (28/10/2017) sore.
Usai Lihat MotoGP di Sepang, Ini Harapan Penonton Asal Makassar - pang3_20171029_220707.jpg
TRIBUN TIMUR/JUMADI MAPPANGANRO
Para penonton menyaksikan MotoGP seri 17 musim 2017 di Sepang International Cirkuit (SIC), Selangor, Malaysia, Minggu (28/10/2017) sore.

Untuk datang menonton MotoGP di Sepang, tambah Misbach, minimal uang Rp 5 juta dihabiskan penonton asal Indonesia. 

Jumlah dana tersebut belum termasuk anggaran yang dikeluarkan jika ingin belanja oleh-oleh di Malaysia. 

Bisa dibayangkan aliran uang yang begitu besar masuk ke Indonesia jika MotoGP juga digelar di Indonesia.

Potensi lain yang dimiliki Indonesia, tambah Misbach, adalah banyaknya pebalap - pebalap muda berbakat Tanah Air yang bisa diorbitkan.

Sebab di Indonesia, banyak anak yang walau belum layak menggunakan SIM, tapi sudah berani bawa sepeda motor. 

"Potensi ini jika disalurkan atau diwadahi secara positif dan profesional, bakal banyak pebalap Indonesia hebat bisa muncul," jelasnya.

Cuma menurut Zakir Sabara H Wata, kelebihan lain yang dirasakan penonton di Sirkuit Sepang adalah terkait kenyaman.

Di Sepang, tak ada pungutan liar. Tak ada 'pak ogah' yang atur-atur kendaraan agar diberi uang. 

"Juga tak ada bayar parkir kendaraan maupun masuk toilet. Semua gratis," tutur Zakir yang juga Dekan FTI UMI ini. 

Hanya saat beli tiket nonton atau mau beli makanan dan minuman di area sekitar sirkuit saja penonton keluarkan uang. 

Halaman
1234
Penulis: Jumadi Mappanganro
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved