Peresmian Ponpes IMMIM Moncongloe Dijaga Ketat, Tak Boleh Masuk Tanpa Kartu Pengenal dari Kodam

Petugas yang mengenakan batik hitam tersebut mengusir dengan alasan, awak media dari Maros tidak memiliki ID Card khusus dari Kodam.

Peresmian Ponpes IMMIM Moncongloe Dijaga Ketat, Tak Boleh Masuk Tanpa Kartu Pengenal dari Kodam
ANSAR
Seorang petugas pengamanan (tengah/batik cokelat) di Pesantren IMMIM mengusir awak media akan melakukan peliputan peresmian pesantren oleh Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS - Beberapa awak media yang betugas di Maros diusir dan dibentak oleh seorang petugas dari TNI saat akan melakukan peliputan peresmian Pesantren Modern Pendikan Al-Quran IMMIM Putra di Moncongloe, Sabtu (28/10/2017).

Pria berambut cepak dan berbadan tegak tersebut bahkan mendorong wartawan TVRI, Fahmi, Koran Amanah, Ulis dan dari Celebes TV, Bahar.

Petugas yang mengenakan batik hitam tersebut mengusir dengan alasan, awak media dari Maros tidak memiliki ID Card khusus dari Kodam.

"Keluar, keluar, keluar. Kalian tidak memiliki ID Card dari Kodam. Keluar sekarang," katanya dengan nada tinggi sembari menggiring awak media ke luar pagar.

Padahal saat masuk di pintu gerbang, pihak dari IMMIM telah memberikan ID Card khusus tamu ke awak media. Namun setelah pemeriksaan detektor, awak media langsung dihadang oleh petugas tersebut.

Dandim 1422 Maros, Letkol Kav Mardi Ambar yang mengusahakan supaya awak media dari Maros dibolehkan untuk liputan, juga tidak berhasil.

Peresmian pesantren IMMIM tersebut dilakukan oleh Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla.(*)

Penulis: Ansar
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved