Gegara Calon PPK 'Siluman', KPU Jeneponto Didemo

Selain itu, pihaknya juga menduga KPU Jeneponto menerima titipan pesarta dari salah satu ormas keagamaan.

Gegara Calon PPK 'Siluman', KPU Jeneponto Didemo
muslimin emba/tribunjeneponto.com
Sejumlah aktivis dari Parlement Pemuda Indonesia (PPI) Berunjuk rasa di kantor KPU Jeneponto, Jl Lanto Dg Pasewang, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Sulsel, Kamis (26/10/2017) siang. 

Laporan Wartawan TribunJeneponto.com, Muslimin Emba

TRIBUNJENEPONTO.COM, BINAMU - Sejumlah aktivis dari Parlement Pemuda Indonesia (PPI) Berunjuk rasa di kantor KPU Jeneponto, Jl Lanto Dg Pasewang, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan (Sulsel), Kamis (26/10/2017) siang.

Unjuk rasa terkait penerimaan calon Panitia Penyelenggara Kecamatan (PPK) yang terindikasi kecurangan.

"Kehadiran kami disini mempertanyakan integritas dan profesionalisme komisioner KPU Jeneponto dalam menyeleksi calon peserta PPK sebagai wujud transparansi kita bersama," kata ketua PPI, Alim Bahri dalam orasinya.

Baca: 281 Calon PPK Jeneponto Ikuti Tes Tulis di STKIP Yapti, Hanya Segini yang Bakal Diterima

Alasannya, dalam proses rekrutmen PPK itu, pihaknya menemukan dugaan adanya indikasi kecurangan yang dilakukan pihak KPU Jeneponto.

"Kita punya bukti, ada satu nama yang lulus dalam pengumuman tes tertulis namun namanya tidak terdapat pada penguman hasil verifikasi berkas. Ini memunculkan dugaan adanya keberpihakan yang dipertontonkan KPU Jeneponto, apakah ini bukan peserta siluman," tuturnya.

Selain itu, pihaknya juga menduga KPU Jeneponto menerima titipan pesarta dari salah satu ormas keagamaan.

Baca: Tiga Ketua PPK Jeneponto Dilapor Terima Duit Caleg

"Kita punya bukti ada 10 orang yang direkomendasikan oleh ormas BKPRMI itu semuanya lolos, betulkah diperbolehkan adanya titipan nama seperti itu," ujar orator lain Dayat.

Sementara itu, Ketua KPU Jeneponto, Muh Alwi saat menemui pengunjuk rasa menutrukan pihaknya telah melakukan proses rekrutment PPK secara profesional.

"Kami melakukan proses seleksi itu sudah secara obyektif, melalui sistem skoring hasil pengerjaan soal dan telah diplenokan. Tapi tetap kita akan minta klarifikasi ke staf terkait adanya dugaan nama yang disebut tidak sesuai," jelasnya.(*)

Penulis: Muslimin Emba
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved