Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Air Terjun Bantimurungna Gallang, Destinasi Wisata Gowa yang Wajib Dikunjungi

Air Terjun Bantimurungna Gallang. Lokasinya berada di Km 104 Dusun Pao, Desa Pao, Kecamatan Tombolopao, Gowa.

Tayang:
Penulis: Waode Nurmin | Editor: Ardy Muchlis
WAODE NURMING/TRIBUN TIMUR
Air Terjun Bantimurungna Gallang, Gowa 

Laporan Wartawan Tribun Timur Wa Ode Nurmin

TRIBUN-TIMUR.COM,SUNGGUMINASA- Satu lagi destinasi wisata yang masuk rekomendasi untuk dikunjungi.

Air Terjun Bantimurungna Gallang. Lokasinya berada di Km 104 Dusun Pao, Desa Pao, Kecamatan Tombolopao, Gowa.

Lokasinya pun mudah untuk dijangkau. Bisa kendaraan dua dan mobil. Tepatnya dibelakang kawasan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Tombolopao.

Air terjun tersebut memiliki ketinggian 80 meter dan kedalaman 40 meter.

Suasananya sangat asri ditambah bebatuan disekelilingnya. Apalagi sudah disediakan beberapa gazebo untuk pengunjung bersantai.

Tidak jauh dari air terjun, tepatnya belakang PLTA, ada lahan yang bisa digunakan untuk camping. Namun tidak luas.

Saat ini, pemerintah setempat masih belum mengenakan biaya masuk alias gratis.

Namun diharapkan adanya air terjun Bantimurungna Gallang bisa menambah perekonomian masyarakat setempat.

Air Terjun Bantimurungna Gallang, Gowa
Air Terjun Bantimurungna Gallang, Gowa (WAODE NURMING/TRIBUN TIMUR)

Sekda Kabupaten Gowa, Muchlis juga mengakui jika lokasi air terjun tersebut sangat indah dengan kondisi alam yang menunjang.

"Ini menjadi upaya promosi awal agar tempat wisata ini diketahui orang luar. Apalagi Lokasi nya sangat alami, asri dan terlihat berbagai kehidupan serangga ada termasuk kupu-kupu aneka jenis. Saya kira ini bisa menjadi wisata andalan Gowa setelah Malino. Habitat kupu-kupu ini bisa dijadikan ikon baru untuk Gowa," katanya

Air Terjun bersejarah

Air Terjun Bantimurungna Gallang cukup bersejarah. Sudah ada sejak tiga kerajaan masih berdiri di Gowa.

Tahun 1927, tiga kerajaan berdiri di sekitar air terjun tersebut. Kerajaan Ballasuka, Kerajaan Pao dan Kerajaan Lombo.

Menurut cerita Camat Tombolopao, Baharuddin Lewa, dinamai Bantimurungna Gallang dikarenakan di masa ketiga kerajaan itu, air terjun tersebut dijadikan sebagai tempat eksekusi bagi warga.

"Masyarakat yang melanggar hukum adat akan dibuang turun di air terjun. Makanya ada kata "turungna". Sedangkan Gallang nama daerah sini," ujarnya menjelaskan.

Hukuman adat itu seperti adanya orangtua yang menggauli anaknya, kemudian seorang suami atau istri yang belum ada talak namun menggauli orang lain, juga orang selingkuh.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved