Gemilang 348 Tahun Sulsel

Millennial: Ini Harapan Besar Nur Arisyah Syafani untuk Sulsel

Ia juga berharap pemerintah dan masyarakat kedepannya lebih peduli lagi dengan adat dan budaya Sulsel yang mulai hilang

Millennial: Ini Harapan Besar Nur Arisyah Syafani untuk Sulsel
HANDOVER
Siswi MAN 2 Makassar, Nur Arisyah Syafani. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Sukmawati Ibrahim

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR--Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-348 Sulawesi Selatan (Sulsel) digelar dengan meriah dan penuh suka cita.

Doa dan harapan untuk Sulsel datang dari berbagai kalangan.

Salah satunya dari siswi MAN 2 Makassar, Nur Arisyah Syafani.

"Bagi saya, harapan terbesar ialah agar warga-warga Sulawesi Selatan khususnya kota Makassar senantiasa menjaga adat-istiadat yang mulai lekang termakan perkembangan zaman," kata siswi kelas 12 Ilmu Keagamaan ini pada tribun-timur.com, Jumat (20/10/2017).

Kota Makassar menuju kota metropolis dunia dibutuhkan pembangunan yang pesat dalam banyak bidang termasuk seni.

"Saya sangat mengharapkan agar pembangunan fasilitas dan sarana publik yang menunjang adat dan seni bahasa seperti sanggar bahasa atau taman bahasa. Orang-orang mulai diajak untuk melestarikan bahasa daerah yang mulai punah di Indonesia dan mungkin beberapa juga sudah ada yang punah di Sulawesi Selatan," ujar anak dari pasangan Djayadi dan Nurdinah ini.

Sehingga telah jelas bahwa kemajuan yang di idam-idamkan penggemar Song Song Couple ini, ialah masyarakat terkhususnya para generasi mellennial memiliki kepedulian dan rasa cinta yang tinggi kepada bahasa daerah masing-masing.

"Bahasa awalnya bukanlah seni yang dipublikasikan dalam lembaran-lembaran kamus atau tulisan tangan yang diabadikan dalam catatan-catatan sejarah, melainkan bahasa ialah seni berinteraksi dan berkomunikasi lewat tutur kata dan perbuatan, dipakai dalam kondisi formal ataupun informal," ujarnya lagi.

"Mengalir melalui sejarah yang panjang dan menghasilkan banyak cabang baru yang menghasilkan bentuk baru dalam bahasa itu. Bahasa daerah dilontarkan dan terpelihara melalui lisan penuturnya dengan perasaan hati yang bangga dengan bahasa itu, yah semoga hal ini bisa tetap dijaga," lanjut perempuan yang bercita-cita jadi Administrator ini.

Perempuan sapaan Fany ini menambahkan, semoga pemerintah dan masyarakat kedepannya lebih peduli lagi dengan adat dan budaya Sulsel yang mulai hilang. (*)

Penulis: Sukmawati Ibrahim
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved