Pembajakan Buat Musisi Malas Berkarya
Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) RI gandeng Indonesia Musik Forum (IMF) untuk menggelar Wrockshop di iBis Hotel Makassar
Penulis: Hasrul | Editor: Anita Kusuma Wardana
Laporan Wartawan Tribun Timur Hasrul
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR-Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) RI menggandeng Indonesia Musik Forum (IMF) untuk menggelar Wrockshop di iBis Hotel Makassar yang akan berlangsung selama tiga hari, Kamis-Sabtu (19-21/10/2017).
Presidium IMF, Buddy Ace, mengakui Makassar memiliki segudang potensi musik, mulai dari warna musik, musisi dan pasarnya. Namun industri musik Makassar saat ini sudah tidak lagi seperti di masa Andi Meriem Matalatta.
Saat ini banyak musisi lokal yang beranggapan hanya dengan berkompetisi di Jakarta baru bisa mendapat nama, padahal itu teori yang salah.
Ia juga menyebut salah satu band ternama Makassar ialah Art2 Tonic. Menurutnya grup ini adalah band yang membanggakan potensi lokal. Mulai dari warna musik dan kritik yang dituangkan dalam bait lagunya bertujuan untuk membangun Makassar.
"Saya cari-cari ini sahabat saya Rere (vokalis Art2Tonic). Saya rindu karyanya. Melalui lagunya, ia mengkritisi daerahnya untuk membangun, Makassar bisa tonji," ujarnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan, Wrockshop tersebut dilaksanakan atas kerjasama IMF dan Bekraf yang bertujuan untuk mendiskusikan dan mencari solusi menghidupkan kembali industri musik Indonesia.
Saat ini pendapatan Indonesia dari sektor musik hanya sebesar 0,45 persen. Jumlah ini sangat sedikit, padahal Indonesia memiliki banyak potensi untuk mendokrak pendapatan ini. Salah satunya adalah menghentikan pembajakan.
"Masalah utamanya juga adalah pembajakan. Inilah yang membuat banyak musisi malas melahirkan karya," ungkapnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/bekraf_20171019_183512.jpg)