Krisis Air Bersih, Warga Lau Maros Terpaksa Hanya Mandi Sekali dalam Sehari
Warga Desa Marannu, Kecamatan Lau, Maros, terpaksa membeli air untuk digunakan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Penulis: Ansar | Editor: Ardy Muchlis
Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe
TRIBUN TIMUR.COM, MAROS - Warga Desa Marannu, Kecamatan Lau, Maros, terpaksa membeli air untuk digunakan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Seorang warga, Hadriah mengatakan, Kamis (19/10/2017) air yang dibelinya digunakan untuk memasak, mencuci pakaian dan peralatan dapur serta untuk keperluan mandi.
Untuk menghemat air, warga terpaksa hanya mandi sekali dalam sehari.
"Sampai kapan air PDAM bermasalah. Kalau begini terus, kami justru mengeluarkan uang untuk air dengan jumlah lebih besar. Sementara, air yang kami dapatkan, kadang tidak cukup," katanya.
Meski tidak menggunakan air PDAM, namun warga tetap membayar tagihan air setiap bulan. Petugas dari PDAM selalu datang untuk mencatat meteran air.
Seharusnya, PDAM tidak menangih lagi karena hanya semakin menyusahkan warga. Warga tetap membayar puluhan ribu, padahal air tidak mengalir.
"Kami sangat dan merasa paling dirugikan. Kami harus membayar dua kali. Pertama di truk tangki, lalu untuk PDAM.
Warga Lau terpaksa membeli air dengan harga Rp 10 ribu untuk tujuh ember dalam sehari, sejak air PDAM tidak mengalir sejak tiga bulan lalu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/makassar_20171019_143420.jpg)