Diungkap Kapolri, Ternyata Brimob Tembak Mati 2 Rekannya Karena Ini. Semua Orang Pernah Alami!

Teka-teki mengenai Bripka Bambang Tejo (36), anggota polisi dari Satuan Brigade Mobile (Brimob) yang diduga tewas bunuh diri

Diungkap Kapolri, Ternyata Brimob Tembak Mati 2 Rekannya Karena Ini. Semua Orang Pernah Alami!
TRIBUN TIMUR/ MUH ABDIWAN
General Manager Clarion Makassar Anggi at Sinaga menyambut Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jendral Pol Tito Karnavian saat tiba di Hotel Grand Clarion Makassar, Rabu (12/4/2017). 

Menurutnya, jika masih ditemukan pelanggaran, pihaknya akan memberikan sanksi yang keras.

"Kami hanya berharap insiden ini tidak membuat publik mengeneralisir soal perilaku anggota Polri keseluruhan. Karena di lingkungan Polri ada ribuan yang menggunakan senjata, dan tidak ada masalah selama ini. Hanya satu oknum yang melanggar," tutur Tito.

Terpisah, Kabid Humas Polda Jateng AKBP Agus Triatmaja menyatakan proses hukum atas tewasnya tiga anggota Brimob di Blora telah selesai. "Proses hukumnya telah diselesaikan," ujar Agus Triatmaja, saat dihubungi Tribun Jateng (12/10/2017).

Agus menjelaskan Kapolda Jawa Tengah menyatakan prihatin atas kejadian tersebut. Menurut Agus, anggota polisi jajaran Polda Jateng diminta menaruh empati terhadap keluarga korban penembakan.

"Kalau bisa beritanya jangan berkembang. Kasihan keluarga korban jika menyaksikan, membaca dapat berpengaruh dengan psikologinya," tuturnya.

Agus mengungkapkan, Kapolda Jateng telah mengadakan video conference dengan para kapolres se-Jawa Tengah untuk menyikapi agar insiden berdarah seperti di Blora tidak terulang kembali. Kapolda memerintahkan seluruh anggotanya melakukan evaluasi sebagai pembelajaran.

"Evaluasi yang dilakukan adalah dalam pelaksanaan tugas, penggunaan senjata api bagi anggota. Selain itu, (evaluasi juga bagi) anggota yang bermasalah latar belakangnya jangan sampai terulang kembali," terang Agus.

Sementara itu, penyelidikan terkait motif penembakan masih terus diselidiki. Proses autopsi terhadap tiga jenazah sudah selesai dilakukan oleh Rumah Sakit Blora.

"Autopsi hasilnya bagaimana terus terang saya belum tahu. Saya belum dapat informasinya," terangnya.

Terkait pengamanan proyek pengeboran sumur minyak bernilai ratusan miliar tersebut dikelola PT Sarana Gas Trumbul 01, menurut Agus, sudah tertuang dalam Surat Perintah (sprint) penugasan yang dilakukan selama tiga bulan hingga enam bulan. "Pada sprint itu ada enam orang (polisi)," tuturnya.

Halaman
123
Editor: Mansur AM
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved