Patarai Amir Protes Proyek Abadi Pasar Tramo Maros
Menurutnya, Tramo dibangun untuk mendongkrak perekonomian warga Maros. Bukan merugikan daerah dengan mengulur-ngulur pembangunan.
Penulis: Ansar | Editor: Anita Kusuma Wardana
Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe
TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS - Kinerja Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan (Kopumdag) Maros dinilai buruk dan lamban dalam merampungkan proyek pengerjaan pasar tradisional modern (Tramo), Jumat (29/9/2017).
Pasalnya, proyek abadi tersebut mulai dikerjalan sejak tahun 2009 lalu, namun sampai sekarang belum rampung. Tramo juga sudah menelan anggaran Rp 14 miliar lebih. Rp 7 Miliar diantaranya bersumber dari APBN.
Ketua Komisi II DPRD Maros, Patarai Amir mengatakan, seharusnya pasar Tramo sudah difungsikan sejak Agustus lalu. Namun faktanya, pengerjaan bangunan belum rampung.
"Sudah tiga kali ini pasar Tramo mau difungsikan. Tapi ditunda terus. Seharusnya sudah banyak pedagang yang beraktivitas di sana," katanya.
Menurutnya, Tramo dibangun untuk mendongkrak perekonomian warga Maros. Bukan merugikan daerah dengan mengulur-ngulur pembangunan.
Patarai mengaku sudah memantau langsung pengerjaan pasar Tramo. Meski Pemkab menyatakan sudah hampir rampung, namun Patarai melihat, masih banyak yang perlu diperbaiki.
"Saya sama Pak Bupati sudah meninjau pasar Tramo. Memang pada dasarnya sudah hampir rampung, tapi menurut saya, masih banyak yang perlu diperbaiki," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/pasar-tramo_20170929_174323.jpg)