Jangan Beri Susu Kental Manis kepada Anak, Akibatnya Bisa Fatal

Susu kental manis (SKM) lebih tepat digunakan sebagai salah satu bahan untuk mengolah makanan karena kandungan gulanya sebesar 40-50 persen

Jangan Beri Susu Kental Manis kepada Anak, Akibatnya Bisa Fatal
Ilustrasi susu kental manis (parenting.dream.co.id) 

TRIBUN-TIMUR.COM - Susu adalah sumber gizi utama bagi bayi sebelum mereka dapat mencerna makanan padat. Susu juga jadi minuman andalan para ibu untuk para buah hati karena kandungan nutrisinya yang sangat tinggi.

Susu mengandung manfaat yang berguna untuk tubuh. Kalsiumnya baik untuk pertumbuhan dan menguatkan tulang. Setelah anak tak lagi minum air susu ibu (ASI), ada banyak pilihan susu yang bisa diberikan. Akan tetapi, tidak semua susu baik untuk dikonsumsi.

Susu kental manis (SKM), misalnya, lebih tepat digunakan sebagai salah satu bahan untuk mengolah makanan karena kandungan gulanya sebesar 40-50 persen. Namun, sayangya tak sedikit yang mengonsumsi SKM setiap pagi sebelum memulai aktivitas.

Baca: Mengejutkan! Pilih Jadi Mualaf, Ayana Jihye Moon Akhirnya Curhat Perlakuan Ayah Ibu yang Beda Agama

Peneliti Pusat Pengembangan Ilmu Pengetahuan Teknologi Pangan dan Pertanian Asian Tenggara Institut Pertanian Bogor, Prof. Dr. Ir. Dodik Briawan, MCN, mengatakan, SKM dalam pembuatannya ditambahkan gula agar susu menjadi lebih awet. Negatifnya, SKM tak cocok dikonsumsi oleh anak-anak.

“Karena gulanya terlalu tinggi. Kalau anak kurang menjaga kebersihan mulut bisa menjadi karies gigi,” kata Dodik dalam acara Diskusi Mari Menjadi Ibu Melek Nutrisi demi Wujudkan Generasi Emas 2045 di kawasan Cilandak Timur, Jakarta Selatan, Selasa (19/9/2017).

Gula yang terlalu lama mengendap di mulut, sulit dinetralkan oleh air liur. Akibatnya, mulut dan gigi berubah menjadi asam sehingga dapat menimbulkan karies gigi.

Baca: Ganasnya Buaya Muara Bisa Diketahui dengan Senter. Begini Caranya!

Selain itu, tingginya gula juga dapat menjadi pemicu obesitas pada anak. Kemudian, anak juga akan lebih memilih mengonsumsi makanan manis daripada buah dan sayuran.

Dodik mengatakan, kandungan gizi SKM lebih rendah dibandingkan dengan jenis susu lainnya. Protein dan kalsiumnya saja lebih rendah daripada susu bubuk atau susu segar. “Karena itu bukan sumber minuman, dia untuk olahan. Rasa yang diharapkan,” kata Dodik.

Untuk itu, kebiasaan mengonsumsi makanan manis perlu diubah. Tak seperti orang dewasa, mengubah kebiasaan anak lebih mudah dan orang tua dapat mengendalikannya. “Orang tuanya harus tahu, kalau tidak, anaknya tidak akan berubah juga,” kata Dodik. (*)

Berita ini sudah diterbitkan di Kompas.com

Baca: 23 Rumah di Bungeng Jeneponto Ludes Dilalap Api

Editor: Sakinah Sudin
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved