Ini Alasan Warga Seko Luwu Utara Tidak Jual Hasil Kebunnya di Sulsel

Di peta Pulau Sulawesi, wilayah Seko tepat berada di bagian tengah, itu sebabnya Seko kerap dijuluki sebagai 'jantungnya' Sulawesi.

Chalik/TribunLutra.com
Tukang ojek ke Kecamatan Seko, Kabupaten Luwu Utara sedang memperbaiki motornya. Tarif ojek ini mencapai Rp 600 ribu atau Rp 1,2 juta pulang pergi, termahal di Indonesia 

Laporan Wartawan TribunLutra.com, Chalik Mawardi

TRIBUNLUTRA.COM, SEKO - Seko merupakan nama kecamatan terjauh di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Jarak Seko dari Ibu Kota Luwu Utara mencapai 136 kilometer.

Seko berbatasan langsung dengan Sulawesi Barat (Sulbar) dan Sulawesi Tengah (Sulteng).

Meski jaraknya hanya 136 kilometer, akses darat ke Seko menggunakan roda dua maupun empat ditempuh sampai dua hari karena sebagain besar jalannya berupa tanah dan lumpur.

Baca: Cerita Kapolres Luwu Utara ke Seko, Lintasi Jalur Berlumpur, 2 Hari Baru Sampai

Di peta Pulau Sulawesi, wilayah Seko tepat berada di bagian tengah, itu sebabnya Seko kerap dijuluki sebagai 'jantungnya' Sulawesi.

Sebanyak 15.235 penduduk mendiami 12 desa yang ada di Seko.

Rata-rata dari mereka berprofesi sebagai petani padi, kopi, hingga kakao.

Kapolres Luwu Utara, AKBP Dhafi, berkunjung ke kecamatan penghasil beras organik tersebut menggunakan mobil offroad akhir pekan kemarin.

Halaman
12
Penulis: Chalik Mawardi
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved