Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Karena Ustadzah, Majdah Memilih Restui Suaminya Pasangan dengan Istri Ilham

Usai bubaran jamaah Magrib, percakapan jelang azan Magrib dilanjutkan di Kedai Kopi Papa Ong, pas depan masjid.

Editor: Edi Sumardi
HANDOVER
Aliyah Mustika Ilham (baju biru) dengan latar belakang spanduk bergambar dirinya bersama Agus Arifin Nu'mang. 

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Hampir 2 bulan terakhir, aneka atribut, meme, baliho bergambar Agus Arifin Nu’mang (54) dan Aliyah Mustika Ilham (48), menyebar di sejumlah spot strategis di 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan (Sulsel).

Setelah ‘seremoni’ peringatan HUT ke-54 Agus di Balai Manunggal Prajurit, Makassar, Sulsel, 16 Agustus 2017 lalu, ragam dan kuantitas atribut keduanya kian banyak.

Atribut terakhir, yang belum sepekan menyebar, adalah gambar Agus-Aliyah mengenakan ‘jaket bomber’ krem bertulis “Sulsel Bagus” dan aneka emblem "Sulsel”

Seriuskah keduanya berpasangan untuk menatap Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel, 27 Juni 2018 mendatang?

Sejauh ini belum ada pernyataan resmi dari keduanya.

Hanya gambar, atribut dan pernyataan atau konfirmasi dari tim sukses, orang dekat, atau juru bicara.

Sabtu (9/9/2017) jelang Magrib, Tribun Timur, tak sengaja bertemu Agus di Masjid Nurul Amin, Jl Rusa, Makassar.

Agus didampingi beberapa orang dekat, dan juga ikut bergabung Syamsul Bahri Siradjuddin, kakak ipar Aliyah, sekaligus Presiden Batu Putih Syndicate.

Usai bubaran jamaah Magrib, percakapan jelang azan Magrib dilanjutkan di Kedai Kopi Papa Ong, pas depan masjid.

“Hari ini saya hadiri lima acara,” ujar Agus tentang rangkaian undangan acara yang dia hadiri sepanjang Sabtu.

Usai buka Konferwil XIV PW GP Ansor di Pondok Tahfidz Quran Imam Ashim Jl Tun Abdul Razak, Gowa, menghadiri acara kawinan keponakan Bupati Jeneponto, lalu bersama komunitas pemanjat gunung ngopi di Eiger Coffee Shop di Jl Rappocini, Makassar.

“Besok undangan ke Parepare, Sidrap, Enrekang, lalu tembus ke Toraja,” ujarnya.

Agus menjawab beberapa pertanyaan Tribun tentang politik.

Mulai tentang kenapa memilih Aliyah, koalisi partai, survei, dan konsolidasi tim pemenangan di 24 kabupaten/kota.

Namun beberapa informasi dan pernyataannya, dia ingatkan hanya sebagai background, off the record, dan tidak untuk di tulis.

"Kelihatan gemuk Pak sekarang?" tanya Tribun.

"Iya badan saya memang naik, makan terus kalau hadiri undangan warga, ormas dan tim, Kan tak ada beban. Tenang dan terus kerja, “ ujar wakil gubernur 2 periode ini sambil tertawa.

Saat ditanya, “kenapa memilih” Aliyah sebagai pasangan, Agus tersenyum tapi tak menjawab.

Justru yang jawaban itu datang dari Syamsul Bahri.

“Agus, Aco (suami Aliyah), Aliyah, Lies (suami Nurdin Abdullah), kami ini sama-sama dulu waktu remaja, sejak SMA hingga aktif di FKPPI (Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan TNI/Polri Indonesia), kami sudah saling kenal, akrab lah." 

Agus lalu memanggil seorang teman kuliahnya di Sosek Fakultas Ilmu Pertanian Universitas Hasanuddin (Unhas) era awal 1980-an.

Pria itu dia sapa Ego.

“Ini teman kuliah kami, di Unhas dulu, biar dia yang cerita bagaimana kami dulu,” ujar Agus.

"Ilham, Aliyah, Majdah, Ego, dan Nurdin (Abdullah) kami sama-sama dulu. Kalau Aliyah mau keluar rumah dulu, kami lah yang jemput dengan datang pakai seragam FKPPI, kalau tidak begitu Aliyah tak diizinkan keluar sama bapaknya, di acara itulah Aco dan Aliyah ketemuan, he he he he he,” ujar Agus.

Agus juga sempat memperlihatkan foto kiriman Aliyah ke smartphone-nya.

“Ini Aliyah kan, sudah bicara sama tim,” ujar Agus.

Foto itu ada poster Agus - Aliyah dengan jaket bomber.

Sabtu (9/9/2017) siang, Aliyah memang mengikuti acara pembekalan tim pemenangan Bagus-Aliyah di sebuah tempat di Panakkukang.

Aliyah lalu melanjutkan perjalanan politik ke Jeneponto dan Takalar.

"Apakah Ibu Majdah (istri Agus) tak cemburu, Anda memilih istri orang lain?" 

Demikan pertanyaan Tribun.

“Hahaha....” Agus tertawa menjawab pertanyaan Tribun.

Dia melanjutkan, “Majdah, istri saya itu, Ustadzah.. Ziil. Yang begini-ini sudah tamat dia. Saya juga kan suami ustad,” ujar Agus sambil tertawa lebih lepas lagi.

Apakah ada kecocokan lain, sehingga memilih Aliyah?

“Bagus-Aliyah itu pasangan ril. Sejati, dan serasi. Yang lain laki-laki semua, Bos,” kali ini, pengunjung kedai kopi ikut tertawa.

Soal partai koalisi partai?

“Insyallah, Semua terus berproses. Sama dengan calon lain masih berproses semua. Kini sisa mencari tiga partai penggenap. Demokrat itu, akan prosesnya sama Aliyah, tuh ada Daeng Ancu (Syamsul Bahri),” ujarnya.

Agus tak menyebutkan koalisi partainya.

Sejauh ini Agus komunikasi intens dengan Partai Gerindra, PKB, PBB, dan terakhir PKS.

“Semuanya masih tunggu, survei. Alhamdulilllah, tren kami naik. PKS ini yang minta survei terakhir terus.”

Hasil survei sementara memang seperti apa?

"Kepada partai dan tim sukses saya bilang. Mau survei yang sekarang, atau mau survei tanggal 27 Juni 2018. Kalau mau menang, yah survei 27 Juni itu. Dan kami menuju ke sana. Insyallah."

“Hampir semua survei naik, 1 hingga 3 persen. Kalau yang lain ada yang turun. Sama partai saya bilang, mau pilih yang naik satu persen, atau pilih yang turun 4 persen.”

"Ada disebut-sebut dekat dengan Haji Isam. Seberapa dekat memang?" 

Demikian pertanyaan Tribun lagi.

(Haji Isam, Andi Syamsuddin Arsyad (41) adalah pengusaha tambang asal Bugis di Batu Licin, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatab. Dia pemilik Jolin Group dan dekat dengan banyak tokoh nasional dan elite politisi di Jakarta.)

"Dia sapa saya Om. Kami kebetulan sama-sama off roader. Beberapa kali dia kesini, saya juga beberpa kali ke Batu Licin dan ketemu di Jakarta."(sim/zil)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved