Jeneponto Siap Produksi Garam 50 Ton Per Hektar, Begini Caranya

Untuk memuluskan program itu, pihaknya mengaku akan melakukan pengolahan garam percontohan.

Jeneponto Siap Produksi Garam 50 Ton Per Hektar, Begini Caranya
muslimin/tribunjeneponto.com
Bupati Jeneponto Iksan Iskandar memimpin rapat koordinasi Implementasi Pengembangan dan Pembangunan industrisasi garam rakyat kabupaten Jeneponto 2017-2019 di ruang rapat Bupati Jeneponto, Jl Lanto Dg Pasewang, Kecamatan Binamu, Selasa (05/09/2017) pagi. 

TRIBUNJENEPONTO.COM, BINAMU - Pemkab Jeneponto menyiapkan lahan seluas 500 hektar untuk dijadikan sentra produksi garam nasional di Sulawsi Selatan.

Hal itu diutarakan Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar usai memimpin rapat koordinasi pengolahan garam rakyat di kantornya, Jl Lanto Dg Pasewang, Kecamatan Binamu, Selasa (05/09/2017) siang.

"Lahan yang yang tersedia di masyarakat kita sekarang kan sudah 600 hektar, nah kalau kita diminta sediakan lahan yang lebih khusus lagi bisa kita sediakan 500 hektar," kata Iksan.

Untuk memuluskan program itu, pihaknya mengaku akan melakukan pengolahan garam percontohan.

"Kita adakan dulu tahun ini tiga hektar untuk diplot menjadi lahan percontohan sehingga masyarakat bisa hasil-hasil pengolahan garam percontohan itu," ujarnya.

Tiga hektar lahan percontohan itu dipusatkan di kecamatan Bangkala. Fokus pengolahan mulai dari segi kualitas dan kuantitas produksi garam.

"Kita target itu satu hektar bisa mencapai 20 keatas hingga 50 ton per tahunnya dan itu tergantung faktor cuaca dan SDM nya juga," tutur Iksan.

Untuk menegement marketnya kepepan, Pemkab Jeneponto, kata Iksan, bakal membangun Perusahaan Daerah.

Sementara, anggota komisi VII DPR RI Muhtar Tompo menuturkan, pihaknya akan berupaya mendorong program tersebut agar dapat terealisasi.

"Sulsel ini kan meyuplai 15 sampai 20 persen dari total kebutuhan garam nasional, nah 70 bahkan 80 persen garam yang disuplai Sulsel itu berasal dari Jeneponto, sehingga saya dari komisi tujuh mendorong ini dan Alhamdulillah direspon baik Kemenristek Dikti," ujarnya.

Untuk mewujudkan program itu, Pemkab Jeneponto menggaet Dr Ir Jumain Appe dari Ristekdikti, Prof Dr Dwia Aries Tina Palabuhu dari Unhas dan Dr Ir Unggul Priyanto dari BPPT.

Penulis: Muslimin Emba
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved