Headline News Hari Ini
Cabut Nobel Aung San Suu Kyi
sejak konflik pecah dan penyerangan desa Muslim Rohingnya, ada sekitar 58 ribu pengungsi.
TRIBUN-TIMUR.COM-Sekitar 400-an orang (mayoritas warga Rohingnya dan militer), termasuk anak-anak dan wanita, dilaporkan tewas dalam konflik sektarian di Rohingnya, antara militer Myanmar dengan kelompok milisi pejuang Rakhine.
UNHCR, lembaga penanganan pengungsi PBB, Sabtu (2/9/2017) melansir, sejak konflik pecah dan penyerangan desa Muslim Rohingnya, ada sekitar 58 ribu pengungsi.
Reuters melaporkan, Juru bicara Militer Myanmar menyebutkan, bentrokan dan tindak kekerasan tentara yang telah terjadi telah menewaskan sekitar 370 gerilyawan Rohingnya, namun juga 13 aparat keamanan, dua pejabat pemerintah dan 14 warga sipil, kata Militer Myanmar, Kamis (31/8/2017) lalu.
Pemicu bentrok diklaim karena serangan 'ekstrimis Islam' ke Pos Polisi Myanmar.
Sebagai perbandingan, kekerasan komunal pada tahun 2012 di Sittwe, Ibu Kota Rakhine, menyebabkan pembunuhan hampir 200 orang dan pemindahan sekitar 140 ribu, kebanyakan dari mereka Rohingnya.
Rangkaian protes dunia internasional atas sikap pemerintahan Myanmar di bawah pimpinan Aung San Suu Kyi terus menuai kritik.
Baca berita selengkapnya di edisi cetak Tribun Timur, Minggu (3/9/2017)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/rohingya2_20170726_223620.jpg)