SYL Tawarkan Pulau 'Surga Para Pensiunan' ke World Bank

"Pulaunya dimana nanti kita carikan sesuai dengan planing yang kita buat. Kalau IFC mau silakan, kita akan tindak lanjuti," ujarnya.

SYL Tawarkan Pulau 'Surga Para Pensiunan' ke World Bank
TRIBUN TIMUR/MUHAMMAD FADHLY ALI
Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo saat bertemu dengan Country Manager IFC for Indonesia dan Malaysia, Azam Khan di Ruang Pertemuan Kantor Gubernur Jl Urip Sumoharjo Makassar, Selasa (29/8/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- International Finance Corporation (IFC) bagian dari World Bank Group mengklaim ingin mensejahterakan masyarakat Indonesia khususnya Sulsel dengan rencana melakukan investasi di berbagai sektor.

Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo saat bertemu dengan Country Manager IFC for Indonesia dan Malaysia, Azam Khan di Ruang Pertemuan Kantor Gubernur Jl Urip Sumoharjo Makassar, Selasa (29/8/2017) langsung menawarkan inovasinya pulau "Surga Para Pensiunan".

"Saya berencana membuat sebuah pulau, dimana di pulau tersebut dikhususkan untuk para pensiunan berusia 60 tahun ke atas," ujar SYL

Detailnya, di pulau tersebut akan dibangun Rumah Sakit berstandar internasional yang salah satu dokternya yakni dekan Fakultas Kedokteran Perguruan Tinggi di California Amerika Serikat.

"Di pulau ini, para pensiunan dimanja, dijamu dengan baik. Beberapa fasilitas seperti golf, kafe, rumah sakit khusus untuk umur 60-an tahun. Skalanya bukan Sulsel tetapi internasional," ujar Syahrul.

Inovasi tersebut, masih dalam tahap planing. Dan akan ditawakan ke investor yang berminat. "Pulaunya dimana nanti kita carikan sesuai dengan planing yang kita buat. Kalau IFC mau silakan, kita akan tindak lanjuti," ujarnya.

Country Manager IFC for Indonesia dan Malaysia, Azam Khan merespons baik hal tersebut, namun ia fokus pada pengembangan bidang energi terbarukan, bidang sektor laut maritim, dan rumah sakit.

IFC hadir mendanai proyek investasi, memobilisasi dana di pasar keuangan internasional, dan menyediakan jasa konsultasi kepada sektor swasta dan pemerintahan.

"Kami belum ada deal dengan Pemprov Sulsel. Pertemuan tadi, selain silaturami juga ingin mengetahui sektor ekonomi apa yang hendak kita kerjasamakan. Namun, kami ingin yang real dan sudah berjalan baik," katanya.

Terkait tawaran Syahrul tersebut, ia tidak ingin menanggapinya terlalu jauh. "Inovasinya bagus, namun ke depan kita tidak tahu seperti apa kerjasama kita Sampai sejauh bank dunia ingin mengupayakan adanya kerjasama untuk membuat Indonesia semakin sejahtera. Di sektor mana? Masih kita jajaki," katanya. (*)

Penulis: Muhammad Fadhly Ali
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved