Awasi Pelaksanaan Haji di Tanah Suci, Senator Asal Sulsel Sebut Internet Pun Tak Berani Macam-macam

Iqbal lancar mengirim hasil pengawasan melalui WhatsApp dari Arab Saudi kendati dia dalam bus maupun pelataran Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Awasi Pelaksanaan Haji di Tanah Suci, Senator Asal Sulsel Sebut Internet Pun Tak Berani Macam-macam
dok.tribun
Senator RI asal Sulsel AM Iqbal Parewangi (kanan) bersama anggota DPD RI lainnya menunggu pemeriksaan emigrasi di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, Arab Saudi, Jumat (25/8/2017). Sembilan Senator memantau pelayanan terhadap jamaah asal Indonesia di Tanah Suci hingga 6 September 2017. 

 TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Senator RI asal Sulsel AM Iqbal Parewangi sudah empat hari di Tanah Suci, Mekah dan Madinah, Arab Saudi, Senin (28/8/2017). Iqbal sedang dalam tugas negara bersama delapan senator lainnya untuk memantau dan mengawasi proses pelaksanaan ibadah haji musim 2017 ini.

“Namanya juga Tanah Haram, internet pun tidak berani macam-macam,” ujar Iqbal.

Dia mengaku sudah beberapa kali keluar negeri menjalankan tugas negara, dan di Tanah Suci yang paling mantap jaringan internetnya.

“Padahal ini di tengah padang batu, kira-kira pertengahan antara Madinah-Mekah. Kami dalam bus yang sedang bergerak menuju Mekah,” kata Iqbal via WhatasApp, sekitar pukul 19.44 wita, Minggu (27/8/2017).

Iqbal menjadi Tim Pengawas Haji DPD RI bersama Slamet Hardi Hood (Kepri), Abdul Jabbar Toba (Sultra), M Syukur Usman (Jambi), GKR Ayu Koes Indriyah (Jateng), KH Ahmad Sadeli Karim (Banten), Habib Hamid Abdullah (Kalsel), dan Dedi Iskandar Batubara (Sumut). Mereka tiba di Arab Saudi, Jumat (25/8/2017), dan langsung ke Madinah.

Delay Membawa Nikmat
Mereka yang didampingi staf dari Sekretariat Jenderal DPD RI sedianya bertolak pada tanggal 24 Agustus siang (pukul 12.20 WIB) dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta menuju Jeddah.

Namun penerbangan GA-980 yang ditumpangi delay selama kurang lebih 3 jam, maka rombongan senator baru mendarat di Jeddah pukul 21.43 waktu Arab Saudi. Molor empat jam lebih dari jadwal semula yang tiba magrib.

“Delay itu baru awal. Diproses imigrasi Jeddah sendiri sudah menunggu antrean panjang. Full delay, full hikmah. Di banyak kesempatan, delay mungkin jadi uji kesabaran. Namun dalam kasus delay berantai yang kami alami, terpetik hikmah menarik. Bahwa persamaan dalam kebersamaan tidak saja indah, tapi juga bernas,” jelas Iqbal, Sabtu (26/8/2017).

Istilah yang digunakan Iqbal, ‘delay berantai’, ada benarnya. Penerbangan mereka dari Jakarta ke Jeddah delay 3 jam lebih. Tiba di Bandara Jeddah, antrian panjang kelompok jamaah haji dari berbagai negara sudah menanti. Karena banyaknya jamaah, masing-masing kelompok dipanggil memasuki area antrian berdasarkan urutan kedatangan penerbangannya.

Para senator itu menumpangi GA 980. Mereka bersama 400 lebih jamaah haji dari Indonesia. Ia harus menunggu giliran panggilan. Waktu tunggu berlangsung 4 jam lebih.
Tidak sedikit penumpang GA 980 memilih istirahat setelah perjalanan panjang Jakarta-Jeddah selama 9 jam lebih.

Halaman
12
Penulis: AS Kambie
Editor: AS Kambie
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved