Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Mau Belajar Bisnis Digital? Praktisi Facebook-Instagram Bakal Bagi Tips di Makassar

Pakar-pakar ini akan berbagi rahasia dan trik yang sudah mereka jalankan dan terbukti menghasilkan banyak produk unggulan

Penulis: Sukmawati Ibrahim | Editor: Aqsa Riyandi Pananrang
TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR
Warga mengakses aplikasi di smartphonenya untuk memesan taksi online di Jl Pengayoman, Makassar, Senin (6/3/2017). Jelang aksi penolakan transportasi online pada 8 Maret 2017 nanti, Pengelola aplikasi online bersedia mengambil langkah-langkah konkrit, salah satunya dengan menghentikan sementara aktivitas dalam rangka mengantisipasi aksi 8 Maret 2017. TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Asosiasi e-Commerce Indonesia (idEA) mendorong pertumbuhan e-commerce di Indonesia dengan menggelar Kenduri Nasional e-UKM disejumlah kota besar pada tahun 2017 ini.

Acara Kenduri e-UKM pertama digelar di Yogyakarta pada 26-27 April 2017 dan selanjutnya berlangsung beruntun dimulai dari Makassar (28 Agustus 2017), Bandung (30 Agustus 2017), dan Surabaya (7 November 2017).

Setelah itu roadshow dilanjutkan ke Balikpapan, Semarang, Medan, Pontianak, Palembang, Denpasar, dan Solo.

Salah satu program idEA ini bertujuan memberikan stimulus dan pembekalan kepada pelaku UKM agar mampu memanfaatkan teknologi dan kanal digital dalam mengembangkan bisnis mereka.

Acara ini juga bertujuan untuk mendukung percepatan implementasi Roadmap e-Commerce di Indonesia yang ditetapkan pemerintah.

“Program-program pemberdayaan e-UKM akan terus kami gelar di berbagai daerah di Indonesia. Diharapkan tidak hanya menumbuhkan para pelaku industri kecil dan menengah agar mampu bersaing namun juga memberikan multiplier-effect terhadap perekonomian nasional,” ujar Aulia E Marinto, Ketua Umum idEA, dalam rilis yang dilansir ke Tribun Timur, Selasa (22/08/2017).

Tema Kenduri digunakan untuk mengusung semangat kenduri, semangat bekerja sama, dan menyatukan langkah guna mencapai hasil yang terbaik.

Dengan adanya Kenduri Nasional diharapkan UKM dapat saling bertemu, berinteraksi, baik dengan sesama UKM, maupun dengan pihak-pihak pendukung seperti penyedia platform dan teknologi untuk mempercepat perkembangan UKM di Indonesia.

Dalam acara Kenduri Nasional E-UKM di 10 kota akan hadir pakar branding Subiakto Priosoedarsono, mentor usaha Jaya Setiabudi, praktisi Ads 0 rupiah Riyeke Ustadiyanto, praktisi Facebook Ads Nofi Bayu, dan praktisi seller Instagram Anton Harimawanto.

Pakar-pakar ini akan berbagi rahasia dan trik yang sudah mereka jalankan dan terbukti menghasilkan banyak produk unggulan.

Bahkan, tak jarang, dengan branding yang kuat di dunia online, muncul produk-produk unggulan asli Indonesia yang akhirnya berjaya di luar negeri.

Menurut Aulia, Asosiasi e-Commerce Indonesia (idEA) terus ambil bagian dalam percepatan ekonomi digital melalui kemitraan dengan berbagai pihak di Tanah Air dengan mengadakan program-program edukasi dan sosialisasi yang terkait e-Commerce.

Apalagi ekonomi berbasis elektronik semakin berkembang di Indonesia. Potensi ekonominya luar biasa besar dan menjadi salah satu tulang punggung perekonomian nasional.

Data transaksi digital Indonesia tumbuh pesat dalam lima tahun terakhir. Menurut Data dari eMarketer, transaksi e-commerce Indonesia mencapai Rp 25,1 triliun pada 2014 dan naik menjadi sekitar Rp69,8 triliun pada 2016. Dalam dua tahun pertumbuhannya mencapai 179 persen.

Startup di Indonesia juga tumbuh pesat. Menurut data riset Google-Temasek (2016) jumlah starup di Indonesia berjumlah 2.033 atau sekitar 29 persen dari total startup di Asia Tenggara.

Jumlah tersebut lebih banyak dari Singapura yang berada di peringkat kedua dengan 1.850 startup. Hal ini menunjukkan potensi e-commerce di Indonesia luar biasa besar.

Tentang idEA

Asosiasi E-commerce Indonesia yang dibentuk pada Mei 2012 merupakan wadah bagi para pemain industri e-commerce negeri ini untuk berinteraksi dengan sesama pemain dan juga pemerintah.

Saat ini anggota asosiasi mencakup lebih dari 285 pemain dari kategori online retail, market place, daily deals, classified ads, price comparison, travel, sistem pembayaran, logistik, dan beberapa partner strategis terkait (https://www.idea.or.id/direktori-member).

idEA mempunyai visi menjadikan Indonesia sebagai negara berbasis ekonomi digital melalui kemitraan dengan para partner di tanah air yang dapat turut mewujudkan pertumbuhan e-commerce Indonesia, disamping terus mengadakan program edukasi dan sosialisasi mengenai industri.

idEA berperan aktif mewujudkan ekosistem perdagangan secara elektronik serta mendorong perluasan dan efisiensi bisnis perdagangan secara elektronik mendukung program pemerintah melalui paket kebijakan ekonomi jilid-14 mengenai peta jalan (roadmap) industri e-Commerce. Sebagai upaya menargetkan Indonesia bisa menjadi
negara digital ekonomi terbesar di Asia Tenggara pada 2020.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved