Breaking News:

CITIZEN REPORTER

Ketua MUI Palopo Sebut Ponpes Wali Barokah LDII Kediri Aset Umat Islam

Selain itu, silaturahim dilakukan dalam rangka melihat secara langsung proses pembinaan calon dai-daiah di lingkup ponpes naungan LDII

CITIZEN REPORTER
Ketua MUI se-Luwu Raya mengunjungi Perpustakaan Ponpes Wali Barokah, Kediri, Jawa Timur, Minggu (20/8/2017). Ketua MUI Palopo KH Syarifuddin Daud mengatakan, LDII adalah aset Umat Islam. 

Pesantren Wali Barokah, katanya, merupakan aset besar umat Islam. Kedepan, perlu ada perencanaan dan pengembangan yang lebih. “Sehingga pesantren ini bukan hanya milik LDII, tetapi milik umat islam dan bahkan milik seluruh dunia,” katanya.

Salah satu media yang ia kagumi adalah Majalah Nuansa Persada yang melaporkan perkembangan LDII di seluruh Indonesia melalui gambar kegiatannya. Ia berjanji, setelah kembali ke Palopo, pihaknya akan membantu sosialisasi LDII kepada masyarakat. “Selama ini, karena kurangnya informasi, masih ada orang tidak paham dan bahkan sengaja mendiskreditkan LDII,” sebut kiai yang mengasuh 2.000-an santri ini.

Menurutnya, komunikasi dan silaturahim antar mubalig perlu dikembangkan. “Sehingga terjadi integrasi, persatuan mubalig, dan tidak ada sekat,” kata ayahanda Wakil Walikota Palopo Akhmad Syarifuddin ini.

Dia mencontohkan kisah Nabi Muhammad SAW tatkala hijrah ke Madinah. “Saat itu, masyarakat Madinah sangat heterogen, plural, dan banyak suku yang hidup di dalamnya. Tetapi Nabi mencoba mempersatukannya. Itulah yang dicontohkan Rasulullah,” jelasnya.

Mantan Ketua STAIN Palopo ini mengingatkan, saat ini tantangan yang dihadapi umat Islam yaitu sekularisme dan liberalisme. Berkelindan dengan itu, dipandang penting membangun wawasan persatuan dan kesatuan diantara sesama umat Islam. “Kita perlu mempererat hubungan dari keanekaragaman yang ada. Satukan semua komponen masyarakat yang berbeda-beda. Kita membangun kebersamaan visi, meskipun misinya berbeda-beda,” paparnya.

Ponpes Wali Barokah menjadi contoh dan referensi bagi pembina pondok yang lain. “Pesan kami, mudah-mudahan, pengurus pondok tetap istiqamah membina generasi pelanjut. Kepedulian dan perhatian kita pada remaja terus ditingkatkan dalam rangka melanjutkan pembinaan umat,” kata kiai yang pernah menempuh studi di Malang ini.

Dalam kunjungan tersebut, Ketua MUI Palopo KH Syarifuddin Daud mendapat amanah menyampaikan tausyiah dihadapan ribuan santriwan-santriwati. Selain itu, Ketua MUI berkesempatan memotivasi santri yang berasal dari Luwu Raya. Di momen silaturahim itu, Ketua MUI se-Luwu Raya secara langsung melihat proses belajar mengajar di kelas.

Selain itu, rombongan menyempatkan diri naik ke Menara Asmaul Husna yang berketinggian 99 meter dan berkubah emas. Usai berkunjung ke Ponpes Wali Barokah, Ketua MUI se-Luwu Raya melanjutkan safari ke Ponpes Gadingmangu, Kabupaten Jombang. (*)

Penulis: CitizenReporter
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved