Ibadah Haji 2017
Keluarga JCH Jeneponto Membludak, Kakanwil Kemenag Sulsel Kesulitan Masuk Asrama Haji
Para keluarga Jamaah Calon Haji mulai memadati pintu asrama hingga pinggir jalan mulai berlangsung sore hingga malam.
Penulis: Hasan Basri | Editor: Suryana Anas
Laporan wartawan Tribun Timur Hasan Basri
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Ribuan keluaga Jamaah Calon Haji (JCH) memadati pintu Asrama Haji Sudiang, Kecamatan Biringkanaya, Makassar, Senin (21/08/2017).
Kehadiran mereka untuk mengantar keluarganya yang akan berangkat menuaikan ibadah haji ke tanah suci yang dijadwalkan besok.
Para keluarga Jamaah Calon Haji mulai memadati pintu asrama hingga pinggir jalan mulai berlangsung sore hingga malam hari.
Akibat kejadian, arus lalulintas di depan Asrama Haji sempat mengalami kemacetan. Kendaraan yang melintas sulit menembus area Asrama Haji
Bahkan, Kepala Kantor Wilayah Kemenag Prov Sulsel yang juga ketua PPIH Embarkasi Debarkasi Haji Makassar H. Abd. Wahid Thahir sempat terjebak lama ditengah kemacetan menuju Asrama Haji..
Menurut Pelaksana Sub Bagian Informasi dan Humas Kepala Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Sulsel, Mawardi Siraj bahwa antusias keluarga Jamaah Calon Haji ini mengantar dan melepas kerabatnya menunaikan ibadah haji hari ini sunggu luar biasa banyak.
Para kerabat JCH terus berdesak desakan di pintu Asrama sempat membuat petugas dan Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji Embarkasi Debarkasi Haji Sudiang Makassar kewalahan
"Meskipun sudah dianjurkan oleh pemerintahnya dan panitia haji di daerah supaya pengantar hanya sampai di pelepasan tingkat kabupaten, akan tetapi stigma budaya berupa Barakka' mengantar CHJ masih lebih besar bahkan mengalahkan anjuran pemerintahnya sendiri," kata Mawardi.
Mawardi menyampaikan JCH yang dijadwalkan berangkat adalah CJH Asal Jeneponto dan Pangkep. Mereka merupakan JCH yang tergabung dalam kloter 30 embarkasi Makassar.
Sementara Kakanwil Kemenag Sulsel mengaku tidak bisa melarang para keluarga JCH untuk ikut mengantar dan melepas keberangkatan kerabatnya yang menunaikan ibadah hajim
Hanya saja mereka harus dibatasi dan tidak diperbolehkan masuk ke dalam lokasi asrama haji utamanya di wisma tempat JCH ditempatkan. Itu sesuao dengan aturan yang diterapkan PPIH Embarkasi Debarkasi Haji Sudiang Makassar.
"Bukan berarti membatasi, akan tetapi, PPIH dalam hal ini tujuannya baik yaitu memberikan kesempatan kepada JCH untuk memanfaatkan waktu istirahat dan manasik sebaik baiknya selama di asrama haji, agar kondisi JCH kita bisa Fit Dan prima saat akan diterbangkan ke tanah suci yang lamanya kurang lebih 10 jam, jelas Kakanwil dalam rilisnya.
Warga Raup Keuntungan
Meski demikian kehadiran para keluarga dan kerabat JCH imendatangkan berkah dari dagangan warga setempat yang laku keras. Tidak hanya itu kediaman atau rumah rumah penduduk yang disewakan kepada para keluarga pengunjung mendapatkan keuntungan.
"ya angkanya sangat fantastis dari 500 ribu perhari sampai 1 juta lebih," kata Mawardi. (*)