Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Banyak Siswa Tidak Tertampung, Hipma Gowa Minta ini kepada Dewan

Takutnya mereka ini hanya akan melakukan hal yang tidak baik seperti ngisap lem karena tidak aktivitas yang biasa dikerjakan

Penulis: Waode Nurmin | Editor: Ardy Muchlis
Wa Ode Nurming/Tribun Timur
Himpunan Pelajar Himpunan (Hipma) Gowa Koordinatorat Somba Opu berunjuk rasa menuntut nasib siswa SMP yang belum memiliki sekolah di depan DPRD Gowa, Jl. Masjid Raya, Selasa (22/8). 

Laporan Wartawan Tribun Timur Wa Ode Nurmin

TRIBUN-TIMUR.COM,SUNGGUMINASA- Himpunan Pelajar Himpunan (Hipma) Gowa Koordinatorat Somba Opu berunjuk rasa menuntut nasib siswa SMP yang belum memiliki sekolah di depan DPRD Gowa, Jl. Masjid Raya, Selasa (22/8).

Mereka meminta perhatian khusus dari dewan dan Dinas Pendidikan terkait hal ini.

Ketua Umum Hipma Gowa Makmur Jaya menjelaskan jika permasalahan bagi siswa saat ini yakni tidak adanya hal positif yang bisa mereka lakukan kalau tak bersekolah.

"Takutnya mereka ini hanya akan melakukan hal yang tidak baik seperti ngisap lem karena tidak aktivitas yang biasa dikerjakan," katanya.

Ketua Komisi IV Asriady Arasi pun mengaku akan segera memanggil pihak dinas pendidikan untuk rapat dengar pendapat.

"Jadi memang ada 7000 siswa yang tidak dapat sekolah, dan itu ada di dua kecamatan Pallangga dan Somba Opu. Itulah kita akan panggil untuk rapat dengar pendapat," ujarnya.

Sementara itu Kadis Pendidikan Gowa, Dr Salam sebelumnya menjelaskan di Gowa terdapat 107 SMP.

Dari 107 SMP ini masing-masing hanya membuka 11 kelas dengan jumlah tampung siswa hanya 32 orang per kelas.

Artinya hanya 352 siswa saja tertampung.

"Jadi tidak benar itu jika ada yang bilang bahwa jumlah siswa yang tidak tertampung saat ini sebanyak 700-an orang. Dapat data dari mana itu," jelasnya.

"Jumlah SD saja hanya 412 unit dan tamatan SD itu sekitar 13.561 orang dan dari jumlah ini sisanya yang belum tertampung itu hanya 600 orang. Yang 600 inilah yang kita sedang carikan solusinya dan sekarang sudah ada solusi yakni dicover di SMPN 2 dan SMPN 4 tentunya dengan sistem sekolah pagi dan sore," jelasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved