Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Sejarah Baru, Makassar Raih Adipura Asean

Selain Makassar, Adipura Asean jiga diterima oleh Surabaya, Pekalongan, dan Bandung.

Penulis: Saldy Irawan | Editor: Suryana Anas
TRIBUN TIMUR/SALDY
Gani Sirman 

Laporan wartawan Tribun Timur, Saldy

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pemerintah Kota Makassar kembali mencatat sejarah dunia di bidang penataan lingkungan.

Baru ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Makassar menerima maklumat dari Asean Working, untuk menerima penganugerahan tertinggi dibidang lingkungan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Makassar Andi Gani Sirman mengatakan penganugerahan Adipura untuk kota Makassar ini atas keberhasilan Pemkot Makassar menata kota dengan basis ruang terbuka hijau.

"Alhamdulilah, Makassar kembali menoreh sejarah. Ini atas komitmen kita semua dalam mengawal program kebersihan yang bertajuk Makassar Tidak Rantasa'," kata mantan Camat Manggala ini, Senin (21/8/2017).

Yang paling bangganya, Adipura Asean ini kata Gani Sirman, adalah yang kali pertama diraih Makassar sejak terbentuknya Asean Working tahun 2003, melalui kesepakatan sejumlah negara di Asean termasuk Jepang.

Penganugerahan ini akan diterima oleh Wali Kota Makassar Danny Pomanto di Brunei Darussalam pada 12 September 2017.

Selain Makassar, Adipura Asean jiga diterima oleh Surabaya, Pekalongan, dan Bandung.

Lanjut Gani, dari sejumlah indikator, nilai tertinggi yang diraih kota Makassar adalah pengeloan Bank Sampah.

Bank Sampah ini sudah berlangsung dua tahun lebih oleh Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Makassar, yang kini berubah nama jadi Dinas Lingkungan Hidup.

Aktivitas Bank Sampah ini tidak hanya memproduksi sampah yang diambil dari sampah umum, rumah tangga, dan industri. Tapi juga menguntungkan masyarakat disaat menukar sampahnya ke Bank Sampah.

Bank Sampah yang dikelola oleh Pemkot Makassar ini menilai sampah itu dengan uang, beras, hingga pembayaran tagihan listrik.

Saat ini, Bank Sampah di Kota Makassar berjumlah 811 outlet, dan 1 Bank Sampah Sentral.

Gani mengungkapkan dari 811 outlet, itu bisa menghasilkan sampah olahan hingha 10 ton, dengan transaksi keuangan berkisar sampai Rp 15 jita sehari.

Dengan aktivitas ini, tim penilai Adipura daei Asean pun menobatkan Makassar sebagai kota peduli lingkungan yang bersofat ekonomis kerakyatan.

"Sampah yang paling banyak itu sampah botol dan kardus," Gani menambahkan.

Sementara itu, Wali Kota Makassar Danny Pomanto mengatakan penghargaan dunia terhadap Makassar berkat kerjakeras masyarakat dan pemerintah.

"Pemerintah tidak lagi berjalan sendiri, ada rakyat yang dengan kesadaran penuh mendukung pemerintah mewujudkan program dan kebijakan," kata Danny. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved