Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Bergelantungan hingga Tanjaki Bukit, Begini Perjuangan Murid SDN Rentebua Toraja Utara ke Sekolah

Bagi mereka, jarak bukanlah sebuah masalah untuk mendapatkan pendidikan yang sama dengan anak-anak di perkotaan.

Penulis: Yultin Rante | Editor: Mahyuddin

Laporan Wartawan TribunToraja.com, Yultin Rante.

 TRIBUNTORAJA.COM, RANTEPAO - Siswa SDN 10 Rantebua, Yeskiel, sehari-hari harus bergelantungan pada seutas kawat besi dan meniti pada sebatang bambu saat menuju sekolahnya.

Yeskiel adalah salah satu murid SD dari belasan murid yang mengalami nasib sama di Desa Rantebua Sumalu, Kecamatan Rantebua, Toraja Utara, Sulsel.

Jembatan yang menghubungkan desa mereka menuju sekolah itu ambruk beberapa tahun silam.

Tak hanya sampai di situ perjuangan mereka.

Murid SD di desa itu juga harus menanjaki bukit dan melalui semak belukar di tengah hutan.

Baca: Waduh! Guru dan Siswa Bubarkan Diri Saat Upacara HUT ke-72 RI di Toraja Utara

"Kami biasa harus absen ke sekolah jika kondisi cuaca hujan," ujar Yeskiel kepada TribunToraja.com, via telepon milik keluarganya, Senin (21/8/2017).

Bagi mereka, jarak bukanlah sebuah masalah untuk mendapatkan pendidikan yang sama dengan anak-anak di perkotaan.

"Tidak ada jalan aspal atau beton di sini Pak," tutur Yeskiel.

Sebenarnya, Yeskiel dan teman-temannya itu juga ingin merasakan pembangunan pemerintah agar tidak lagi merasa khawatir ke sekolah saat hujan.

"Entah kapan ya pak, kami juga tidak lagi harus takut hujan atau harus lewat hutan ke sekolah," ucap Yeskiel.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved