Djuli Mambaya Laporkan Pengunjuk Rasa asal Toraja di Polda Metro Jaya, Ini Alasannya

Kasus tersebut ditangani Polda Metro Jaya berdasarkan laporan Kadis PU Papua Djuli Mambaya.

Djuli Mambaya Laporkan Pengunjuk Rasa asal Toraja di Polda Metro Jaya, Ini Alasannya
yultin/tribuntoraja.com
Aksi unjuk rasa menyorot Kadis PU Papu Djuli Mambaya di Jakarta 25 November 2016. 

Laporan Wartawan TribunToraja.com, Yultin Rante

TRIBUNTORAJA.COM, JAKARTA - Penyidik Polda Metro Jaya datang ke Toraja untuk memeriksa saksi unjuk rasa di Jakarta pada tanggal 25 November 2016.

Pemeriksaan berlangsung di Mapolres Tana Toraja.

Kasus tersebut ditangani Polda Metro Jaya berdasarkan laporan Kadis PU Papua Djuli Mambaya.

"Para pengunjuk rasa ijin ke Polda Metro untuk melakukan aksi unjuk rasa tentang bandara buntu kuni di Tana Toraja, namun spanduk yang dicetak justru menyerang pribadi Bapak Djuli Mambaya," kata Pengacara Djuli Mambaya, Alber Luther, kepada TribunToraja.com, melalui telepon, Minggu (13/8/2017) siang.

Dia menduga, sebagian besar pengunjuk rasa berasal dari Toraja dan patut diduga ada oknum yang mendanai dan menfasilitasi aksi tersebut.

Baca: Laporan Wabup Tana Toraja Masuk Tahap Ini di Polda Sulsel

"Para saksi telah dipanggil secara patut menurut ketentuan undang-undang yakni sebayak 2 kali namun tidak hadir maka penyidik langsung ke Toraja untuk melakukan pemeriksaan," ujar Alber Luther.

 Dia menambahkan, Djuli Mambaya sebagai salah satu putra Toraja sesungguhnya sudah memaafkan para pengunjuk rasa dan tokoh dibaliknya,

"Namun saat beliau mengkritisi berkaitan dengan aksi di Jakarta dan masalah narkoba di Toraja melalui media sosial malah dilaporkan ke Polres Tanah Toraja sehingga terpaksa Pak Djuli juga membawa kasus ini ke ranah hukum," ucap Alber.(*)

Penulis: Yultin Rante
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved