Hingga Juni 2017, TMMIN Ekspor 68 Ribu Unit Mesin Mobil, Tujuannya ke Negara-negara Ini
"Kami juga memiliki kompetensi dalam memproduksi mesin etanol di Agustus sejak 2011," kata Toermoedi sapaanya.
Penulis: Muhammad Fadhly Ali | Editor: Anita Kusuma Wardana
Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Sejak 1989 mesin 5k diekspor untuk memenuhi kebutuhan produksi mobil Toyota di Malaysia. Blok silinder 5K juga diekspor ke Jrpang untuk produksi model Lite-Ace.
Sementara mesin 7K telah diekspor Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) ke Taiwan dan Filipina pada 1996. Tidak berhenti di situ mesin tipe TR merambah pasar ekspor di 12 negara tujuan di kawasan Asia, Afrika, Timur Tengah, dan Amerika Latin.
Direktur PT TMMIN, Toermoedi Soedjiargiono yang ditemui di ruang rapat Pabrik Sunter 1 di Jl Yos Sudarso Jakarta Utara, Rabu (9/8/2017) menuturkan, sejak 2013 TMMIN melakukan perluasan ekspor ke Kazakhstan.
"Kami juga memiliki kompetensi dalam memproduksi mesin etanol di Agustus sejak 2011," kata Toermoedi sapaanya.
Sejak Januari hingga Juni tahun ini, ekspor mesin tipe TR dan NR baik bensin maupun etanol, PT TMMIN telah mencapai 68 ribu unit.
"Kinerja ekspor Toyota mengalami peningkatan yang signifikan setelah dimulainya proyek IMV pada 2004. Dan hingga saat ini, performa ekspor kita meningkat di 80 negara di kawasan Asia, Timur Tengah, Amerika Latin, Afrika, dan Oseania," ujarnya.
Sejak 1989 hingga saat ini, TMMIN mencatat volume ekspor sebanyak 1,3 juta unit mesin yang diproduksi khusus di Sunter. Sementara di pabrik Karawang, tercatat 1,4 juta unit mesin dari Pabrik Karawang. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/pop3_20170809_140902.jpg)