TRC-PA: Jiwa Pedagang Orang Wajo Penyebab Tingginya Angka Pernikahan Dini

Hal tersebut dikatakan Ketua TRC-PA Wajo, Bakri Remmang, kepada TribunWajo.com, Selasa (7/8/2017).

TRC-PA: Jiwa Pedagang Orang Wajo Penyebab Tingginya Angka Pernikahan Dini
St Hamdana/tribunwajo.com
Ketua NGO Tim Raksi Cepat Perlindungan Anak (TRC - PA) Wajo, Bakri Remmang. 

TRUBUNWAJO.COM, TEMPE - Non Government Organization (NGO) Tim Raksi Cepat Perlindungan Anak (TRC-PA) Wajo menilai, budaya menjadi salah satu penyebab banyaknya pernikahan dini terjadi di Bumi Lamaddukkelleng, julukan Kabupaten Wajo, Sulsel.

Hal tersebut dikatakan Ketua TRC-PA Wajo, Bakri Remmang, kepada TribunWajo.com, Selasa (7/8/2017).

Menurutnya, budaya masyarakat Wajo yang memiliki jiwa dagang tinggi, kebanyakan memilih menikahkan anaknya di usia dini dan meneruskan usaha yang telah dirintis sebelumnya.

"Ada beberapa yang tidak mengutamakan pendidikan, lalu menjodohkan anaknya di usia sekolah. Mereka menganggap, ujung-ujungnya kan harus cari duit juga. Ada beberapa yang seperti itu dan cenderung dari kalangan masyarakat mampu, budaya itu sungguh keliru," terangnya.

Lanjutnya, ada banyak akibat negatif dari pernikahan usia dini.

Salah satunya apabila seorang anak hamil pada usia emas yaitu hingga umur 19 tahun, maka tidak akan mendapatkan gizi yang cukup untuk tumbuh kembang karena harus berbagi dengan bayi di dalam kandungan.

"Hal ini dapat memicu masalah lain yaitu tingginya angka kematian ibu dan angka kematian bayi," tutupnya.

Penulis: St Hamdana Rahman
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved