Kesaksian Pengurus Musala soal Pria Dibakar Hidup-hidup: Dia Bersujud Minta Maaf Berulang Kali

Pantaskah kita berlaku seperti Tuhan, memutus nyawa seseorang tanpa sebuah usaha mengadilinya?

Kesaksian Pengurus Musala soal Pria Dibakar Hidup-hidup: Dia Bersujud Minta Maaf Berulang Kali
FACEBOOK/ KOLASE TRIBUNWOW.COM
Pria dibakar hidup-hidup padahal ia mampir ke masjid untuk salat. Ia dituding mencuri lalu diamuk warga hingga nasibnya tragis 

Di situ, Rojali baru sadar ketika satu amplifiernya yang digunakan untuk adzan Ashar sudah lenyap.

"Saya bilang ke mamang saya ada kok tadi. Saya adzan Ashar kan pakai itu. Saya cek ke dalam, saya baru ingat si MA itu karena hanya dia sendirian yang masuk ke sini terakhir.

Saat salat Ashar pun saya hanya berdua sama anak saya," jelas pegawai kantor Minyak Sawit itu.

Bersujud Minta Maaf

MA dicari oleh sejumlah orang dari desa Hurip Jaya usai Rojali menceritakan kehilangan amplifier kepada para tetangga sekitar dan anak-anak muda yang ada di sekitar rumahnya.

Mereka semua, kata Rojali, berpencar untuk mencari orang yang membawa sepeda motor berwarna merah dan amplifier di depan joknya.

"Ampli-nya lumayan besar. Jadi saya pikir akan ditaruh di antara jok motor dan setang. Saya mintakan bantuan untuk menemui sepeda motor bebek warna merah," kata dia.

Sekitar 30 menit pencarian, akhirnya, Rojali menemukan MA di tengah jalan.

Saat dipepet, MA seketika tancap gas dan kejar-kejaran berlangsung.

Sekitar 500 meter mengejar, MA kemudian melarikan diri ke kali dekat dengan jalan raya.

Halaman
1234
Editor: Ilham Arsyam
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved