Kesaksian Pengurus Musala soal Pria Dibakar Hidup-hidup: Dia Bersujud Minta Maaf Berulang Kali

Pantaskah kita berlaku seperti Tuhan, memutus nyawa seseorang tanpa sebuah usaha mengadilinya?

Kesaksian Pengurus Musala soal Pria Dibakar Hidup-hidup: Dia Bersujud Minta Maaf Berulang Kali
FACEBOOK/ KOLASE TRIBUNWOW.COM
Pria dibakar hidup-hidup padahal ia mampir ke masjid untuk salat. Ia dituding mencuri lalu diamuk warga hingga nasibnya tragis 

TRIBUN-TIMUR.COM - Peristiwa seorang yang dituding pencuri amplifier musala yang kemudian dibakar hidup-hidup di Bekasi jadi perdebatan khalayak.

Pantaskah kita berlaku seperti Tuhan, memutus nyawa seseorang tanpa sebuah usaha mengadilinya?

Lalu, bagaimanakah sebenarnya peristiwa itu terjadi?

Dikutip dari Tribunnews.com, pengurus musala Musala Al Hidayah, Desa Hurip Jaya, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Rojali, menjelaskan semuanya.

Ketika ditemui Tribunnews, Rojali mengaku tak bisa tidur nyenyak memikirkan peristiwa itu.

"Tidak bisa tidur nyenyak," katanya usai menjalani salat Dzuhur di Musala Al Hidayah, Sabtu (5/8/2017).

Rojali merupakan satu-satunya orang yang melihat betul insiden heboh seorang pencuri. 

MA masuk dan keluar dari musala tanpa mengucap sapa sama sekali, meski berpapasan sangat dekat.

Tidak ada juga senyum dari MA kepada Rojali yang saat itu sedang membersihkan halaman musala.

Saat Tribun mencoba untuk meminta kronologi kejadian, senyum terkembang dari Rojali terlihat.

Halaman
1234
Editor: Ilham Arsyam
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved