Polisi Dalami Dugaan Mark Up Pengadaan Mobil Penyapu Jalan Parepare

Pengadaan mobil penyapu jalan yang dianggarkan lewat APBD 2016 mencapai Rp 2,7 miliar

Polisi Dalami Dugaan Mark Up Pengadaan Mobil Penyapu Jalan Parepare
TRIBUN TIMUR/MULYADI
Mobil penyapu jalan diparkir di Dinas Badan Lingkungan Hidup dan Kebersihan Parepare. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Mulyadi

TRIBUN-TIMUR.COM, PAREPARE -Penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kepolisian Resort (Polres) Parepare mulai turun tangan melidik kasus dugaan mark up pengadaan mobil penyapu jalan di Dinas Linkungan Hidup Daerah (DLHD) Parepare.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pengadaan mobil penyapu jalan tersebut pun, Andi Soreang mengaku sudah diperiksa polisi.

"Iya benar, saya dimintai keterangan penyidik Polres," ujarnya.

Baca: VIDEO: Kejari Parepare Ekspos Dua Kasus Sabu yang Tak Kunjung Dilimpahkan

Kasat Reskrim Polres Parepare, AKP Herly Purnama, Jumat (28/7/2017) yang sudah dikonfirnasi masalah penyelidikan mobil penyapu jalan ini masih irit untuk memberikan pernyataan.

Herly menuturkan jika dirinya belum tahu mengenai adanya pemeriksaan anggotanya dalam kasus tersebut.

"Nanti saya konfirmasi ke penyidik karena saya sedang tugas di luar," jawabnya singkat.

Pengadaan mobil penyapu jalan yang dianggarkan lewat APBD 2016 mencapai Rp 2,7 miliar dengan seluruh item kelengkapan satu unit mobil buatan Italia tersebut.

Belakangan mobil penyapu jalan ini terus menuai sorotan lantaran Anggarannya yang sangat besar tetapi kebanyakan hanya Dipajang di halaman Kantor DLHD.

Sementara Dugaan mark up muncul dianggarkan kembali masalah kelengkapan administrasi kendaraan Padahal sudah dianggarkan saat pengadaan mobil.(*)

Penulis: Mulyadi
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved