Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Blak-blakan Janda Cantik Anggita soal Cara Mantan Menteri Menservis Dirinya Pakai Duit Haram

Saat itu Patrialis tengah bersama Anggita serta anak, ibu, dan sepupu Anggita.

Editor: Edi Sumardi
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Anggita Eka Putri (24) wanita yang diamankan bersama hakim konstitusi Patrialis Akbar (58) disebuah mal di Jakarta, keluar dari gedung Komisi Pemberantasan usai menjalani pemeriksaan pada Jumat dini hari (27/1/2017). Patrialis bersama tiga orang lainnya ditetapkan sebagai tersangka terkait dugaan kasus suap gugatan UU Peternakan dan Kesehatan Hewan pada Mahkamah Konstitusi. 

JAKARTA, TRIBUN-TIMUR.COM - Anggita Eka Putri (28), janda beranak satu yang ikut ditangkap bersama mantan hakim Mahkamah Konstitusi (MK) dan mantan Menteri Hukum dan HAM RI, Patrialis Akbar, mengaku pernah mendapat mobil dan pemberian lainnya dari terdakwa kasus suap itu.

Perempuan warga Bogor tersebut bahkan mengaku pernah diberi tawaran rumah dan apartemen seharga miliaran rupiah.

Ia dihadirkan sebagai saksi dalam sidang lanjutan perkara terdawa Patrialis Akbar di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (24/7/2017).

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan terhadap Patrialis, 25 Januari 2017, di mal Grand Indonesia, Jakarta.

Baca: Netizen Keluhkan Harga Makanannya Mahal, Ini Tanggapan Pemilk RM Karya Wajo

Saat itu Patrialis tengah bersama Anggita serta anak, ibu, dan sepupu Anggita.

Anggita mengaku pernah mendapat pemberian berupa mobil Nissan March, uang, dan pakaian dari Patrialis.

"Kalau uang tidak banyak, terakhir itu dalam bentuk mata uang dolar AS," kata Anggita.

Sejak kapan kenal Patrialis? Anggita mengaku mengenal Patrialis sejak 2016 di lapangan golf.

Baca: Berstatus Pejabat, Rozak Akhirnya Dilapor Karena Sering Kedapatan Berbuat Ini dengan Ayu Ting Ting

"Di kantor aku sebelumnya pas lagi kerja. Aku diminta seorang teman kerja, katanya ada yang mau buat member (keanggotaan golf) di kantor aku. Lalu aku samperin. Ya sudah berkenalan di situ untuk omongin tentang member tersebut," kata Anggita saat ditanya Jaksa Lie Putra Setiawan.

Sejak perkenalan tersebut, hubungan keduanya semakin erat.

Walau tidak diceritakan mengenai awal mula kedekatan, Anggita mengaku pernah diberi mobil, pakaian, dan uang 500 dolar AS.

Patrialis didakwa menerima hadiah berupa uang total 70.000 dolar AS (setara Rp 931 juta), Rp 4.043.195, dan janji Rp 2 miliar dari pengusaha Basuki Hariman dan Ng Fenny.

Baca: Sehari Layani 18 Lelaki di Kuburan, PSK ini Mendadak Beberkan Rahasia Staminanya

Basuki Hariman adalah Direktur CV Sumber Laut Perkasa sedang Ng Fenny merupakan General Manager PT Imprexindo Pratama.

Keduanya memberikan hadiah kepada Patrialis agar uji materi Undang Undang tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan dikabulkan oleh Mahkamah Konstitusi.

Anggita juga mengungkapkan dijanjikan pemberian berupa apartemen dan rumah.

"Sempat ditawarkan saja," kata Anggita.

Baca: Baca 10 Fakta Anggita yang Ditangkap Bareng Patrialis Akbar, Nomor 10 Bikin Melongo

Ditambahkan, tidak ada pembahasan lebih lanjut mengenai apartemen itu. Selain belum tahu di mana letaknya, Anggita ternyata tidak menyukai tinggal di apartemen.

"Karena akunya nggak mau tinggal di apartemen di Jakarta. Setelah itu tidak ada pembahasan lagi tentang apartemen tersebut," aku Anggita.

Tak Membantah

Anggita juga pernah diajak Patrialis untuk melihat rumah di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Ia menyebut peristiwa itu terjadi pada 25 Januari 2016.

Baca: Foto-foto Anggita Eka Putri, Wanita Cantik yang Ditangkap Bareng Patrialis Akbar

"Hanya untuk lihat-lihat saja. Harganya waktu itu sekitar Rp 1 sampai Rp 2 miliar," ungkap Anggita.

Perempuan kelahiran 12 Juli 1992 itu sempat ditanya mengenai uang 500 dolar AS (setara Rp 6,6 juta) yang ditemukan penyidik KPK di dompetnya ketika dilakukan penangkapan terhadap Patrialis.

"Betulkah uang 500 dolar AS di dompet saudara yang diamankan pada 25 Januari 2017 itu dari Patrialis?" tanya Jaksa Lie Putra Setiawan.

"Betul dan sudah disita KPK," jawab Anggita.

Baca: Lama Tak Ada Kabar, Anggita Sari Muncul dengan Berita Mengejutkan ini, Kasihan!

Sedang mobil merek Nissan March diberikan sekira November atau Desember 2016, tepat sebelum Patrialis menjalankan umrah.

"Mobil diberikan sebelum umrah, mungkin November akhir," ungkap Anggita.

Ia mengklarifikasi pemberitaan yang sempat beredar mengenai hubungan dirinya dan Patrialis.

"Saat penangkapan saya bersama mama saya, anak saya, sepupu saya dan Bapak Patrialis, jadi lima orang, bukan berdua, bukan di hotel dan bukan di kos-kosan," tegas Anggita.

Menanggapi kesaksian Anggita tersebut, Patrialis mengakuinya.

Baca: Pramugari Terekam Berbuat Mesum dengan Penumpang Pesawat Udara

"Kesempatan ini untuk mengklarifikasi. Betul saya di-OTT (operasi tangkap tangan) bukan berdua tapi berlima orang, di tempat terbuka untuk umum. Hal kedua, uang 500 dolar bukan satu kali diberikan tapi 100, 200, lalu 200. Jadi tiga kali, semacam pemberian, semacam tips lah. Kemudian keterangan Anggita lain tidak relevan dengan kasus ini," ungkap Patrialis.(*)

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved