Daftar BPJS Kesehatan Kini Bisa di Kimia Farma

Muhardiman yang ditemui usai teken Memorandum of Understanding (MoU) kemarin menuturkan, kerjasama ini terbilang strategis.

Daftar BPJS Kesehatan Kini Bisa di Kimia Farma
TRIBUN TIMUR/ MUH ABDIWAN
Badan Pelaksana Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan melakukan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) dengan SD Inpres Unggulan BTN Pemda yang disaksikan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar Makassar, Rabu (19/7/2017). diacara yang sama jugaBPJS Kesehatan juga meneken MoU dengan Kimia Farma Cabang Makassar dengan bentuk kerja sama menjadi tempat pendaftaran peserta baru. tribun timur/muhammad abdiwan 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR --Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan kembali mempermudah Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau calon peserta mandiri untuk mendapatkan layanan Jaminan Kesehatan Negara-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Setelah dibuka outlet BPJSkes di Mal GTC Jl Metro Tanjung Bunga Makassar, dan bisa daftar lewat telepon ke Care Center 1500-400, kali ini manajemen BPJSKes Cabang Makassar bekerja sama dengan PT Kimia Farma Apotek sebagak loket pendaftaran.

"Kita resmi kerjasama hari ini (kemarin), dimana ada 21 outlet Kimia Farma di Makassar, Gowa, dan Maros yang menjadi tempat pendaftaran peserta mandiri," kata Kepala Cabang Makassar, Unting Patri Wicaksono Pribadi yang ditemui disela sosialisasi hidup sehat di SD Inpres Unggulan BTP Pemda Jl AP Pettarani Makassar, Rabu (19/7/2017).

Manager Bisnis PT Kimia Farma Apotek Unit Bisnis Makassar, Muhardiman yang ditemui usai teken Memorandum of Understanding (MoU) kemarin menuturkan, kerjasama ini terbilang strategis.

"Keuntungan kami, tentunya para peserta mandiri bisa memilih kami sebagai tempat rujukan. Mengingat Kimia Farma tidak sekadar apotek, ada juga kliniknya," katanya.

Saat ini khusus unit bisnis Makassar, peserta yang terdata di klinik Kimia Farma ada 50 ribu peserta. "Klinik kami buka pelayanan umum, dokter gigi, labolatorium, dan apotek masih jadi pelayanan utama," kata Muhardiman. (*)

Penulis: Muhammad Fadhly Ali
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved