Kongres Koperasi III Lahirkan 17 Rekomendasi dan Deklarasi Makassar

Dalam rekomendasi tersebut, terselip Deklarasi Makassar yang terdiri atas lima butir

Kongres Koperasi III Lahirkan 17 Rekomendasi dan Deklarasi Makassar
TRIBUN TIMUR/MUHAMMAD FADHLY ALI
Kongres Koperasi 3 di Phinisi Ballroom Grand Clarion Hotel & Convention Jl AP Pettarani Makassar, Kamis (13/7/2017). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR-- Kongres Koperasi III ditutup Menteri Koperasi dan UKM, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga. Hasilnya, ada 17 rekomendasi dan sebuah deklarasi yang disebut Deklarasi Makassar.

Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin), Nurdin Halid secara garis besar menggambarkan 17 rekomendasi dalam enam output yakni melahirkan Deklarasi Makassar untuk reformasi komitmen membangun perekonomian Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 yakni, mewujudkan koperasi menjadi pilar negara.

Juga menyepakati usulan yang diajukan pada pemerintah untuk menyelenggarakan Sensus Koperasi Nasional (Suskopnas) sekali dalam 10 tahun sebagai penguatan implementasi road up pembangunan koperasi.

Menyepakati dan meluncurkan road map 30 tahun pembangunan koperasi, pengembangan dan pendidikan koperasi. Menyepakati penyelenggaraan Kongres Koperasi secara reguler lima tahun sekali untuk mengkaji ulang pelaksanaan, melakukan penguatan implementasi, dan menyusun prospek perkembangan koperasi lima tahunan.

Dan menyepakati usulan untuk memperkuat struktur dan menambah kewenangan Kementerian Koperasi dan Pembinaan Kewirausahaan.

"Angka 17 itu terinspirasi dari kewajiban umat muslim untuk salat dengan jumah 17 rakaat tiap harinya, Surah Alfatihah memiliki jumlah ayat 17 yang tiap kali didegungkan saat kita salat. Jadi insya Allah rekomendasi ini mendapat Rahmat dari Allah SWT," jelas Nurdin Halid

Dalam rekomendasi tersebut, terselip Deklarasi Makassar yang terdiri atas lima butir. Dimana draftnya diberikan langsung dari NH ke Menteri Koperasi dan UKM.

Namun, NH melihat Kongres tersebut akan menciptakan tonggak sejarah baru. Digelar kembali setelah 61 tahun tidak lagi pernah dilaksanakan, dengan tujuan mengukuhkan kembali, komitmen kebangsaan kita menjadikan koperasi sebagai soko guru perekonomian nasional.

Ia berharap mendorong percepatan terwujudnya Bank Koperasi dengan menempatkan koperasi simpan pinjam dan koperasi kredit sebagai backbone. Dengan begitu, Bank Koperasi akan menjadi milik Gerakan Koperasi, dengan dukungan dana talangan sementara dari pemerintah.

"Pak Jokowi meminta Menteri Ekonomi dan Mesesneg agar melakukan pertemuan dengan Menteri Koperasi dan UKM untuk merealisasikan hal tersebut," kata Ketua Harian Golkar.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Fadhly Ali
Editor: Ardy Muchlis
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved