Tarif Taksi Online-Konvensional Sama, Ini Kata KPPU

Namun kembali lagi, KPPU hanya bisa memberi pandangan kepada pemerintah

Tarif Taksi Online-Konvensional Sama, Ini Kata KPPU
HANDOVER
Suasana rapat terkait respons revisi Peraturan Menteri (PM) No. 32 Tahun 2016, tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak dalam Trayek khususnya tarif yang dirilis kemenhub 1 Juli lalu. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Plt Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sulsel, Ilyas Iskandar menggelar rapat terbuka bersama pengelola taksi online, pengusaha taksi konvensional, dan Dirlantas Polda Sulsel di Ruang Rapat Dishub Sulsel, Jl Perintis Kemerdekaan, Rabu (5/7/2017) Kemarin.

Hasilnya, tarif angkutan non trayek merujuk pada Pergub Sulsel No.27 tahun 2016. Di mana tarif ambang batas angkutan non trayek baik online maupun konvensional sebesar Rp 4.800 per kilometer.

Baca: Di Sulsel Kuota Taksi Online 800, Taksi Konvensional 1.750

Kepala Perwakilan Kantor Daerah (KPD) Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Sulsel, Ramli Simanjutak menyayangkan hasil rapat tersebut.

Baca: Dishub Sulsel: Taksi Konvensional Contohi Taksi Bosowa, Kenapa?

"Ujung-ujungnya konsumen tidak memiliki pilihan. Karena baik taksi online maupun taksi konvensional sama harganya," kata pria asal Medan, Sumatra Utara itu, Kamis (6/7/2017).

Namun kembali lagi, KPPU hanya bisa memberi pandangan kepada pemerintah. "Ada sebuah temuan baru, kalau sama saja, buat apa diadakan? Teknologi inikan dihadirkan untuk efisiensi. Konsumen dirugikan intinya," jelasnya. (*)

Penulis: Muhammad Fadhly Ali
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved