Rafika Tewas Dibunuh

Kuasa Hukum Saleh Tuding Keterangan Saksi Direkayasa

Dan lagi menurut Budi saksi-saksi tidak mengetahui mengetahui siapa pelaku dan hanya mendengar dari polisi.

TRIBUN TIMUR/WA ODE NURMIN
Sidang kasus pembunuhan mahasiswi cantik asal Palopo, Rafika Hasanuddin (22) dengan terdakwa Saleh bin Kumisi (37), kembali digelar di Pengadilan Negeri Sungguminasa, Jl. Usman Salengke, Sungguminasa, Rabu (5/7/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Timur Wa Ode Nurmin

TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA- Sidang kasus pembunuhan mahasiswi cantik asal Palopo, Rafika Hasanuddin (22) dengan terdakwa Saleh bin Kumisi (37), kembali digelar di Pengadilan Negeri Sungguminasa, Jl. Usman Salengke, Sungguminasa, Rabu (5/7/2017).

Agenda sidang kelima kali ini, yakni mendengarkan keterangan saksi dari pihak korban. Jaksa penuntut umum (JPU), Indah Fajrawaty Ishak menghadirkan om dan tante korban dari Palopo.

Dalam persidangan yang berlangsung kurang lebih dua jam itu, diketahui jika korban sempat mendapat teror sebelum ditemukan meninggal dunia 16 Januari 2017 kemarin.

Hal itu diutarakan tante korban dalam berita acara pemeriksaan (BAP).

Bahwa dari keterangannya dihadapan hakim, jika korban pernah diteror dan juga pernah didatangi anak-anak dari ayah tirinya dan mengamuk di rumahnya di Perumahan Yusuf Bauty Jl. Manggarupi, Somba Oput

Penasehat Hukum terdakwa, Budi Minzathu pun menilai saksi merekayasa saat memberikan keterangan.

“Saksi menghadirkan bukti baru yakni tas yang berisikan identitas terdakwa didalam rumah (TKP) tepat dibawah jendela ruang tengah. Tapi dia perlihatan hanya melalui foto. Masuk akal tidak tas yang isinya KTP Saleh baru ditemukan setelah lebaran kemarin, dan bukan saat dilakukan olah TKP Januari lalu? Logikanya tidak mungkin barang bukti itu tidak ditemukan pada saat rekonstruksi dan olah TKP," jelasnya.

Olehnya itu dia menganggap bahwa apa yang dikatakan saksi dan alat bukti baru yang coba dihadirkan adalah sebuah rekayasa yang coba dilakukan untuk memberatkan terdakwa.

Dan lagi menurut Budi saksi-saksi tidak mengetahui mengetahui siapa pelaku dan hanya mendengar dari polisi.

Dalam persidangan itu juga, tak nampak pun keluarga korban yang hadir. Ruang sidang utama itu hanya dipenuhi keluarga terdakwa dari Jeneponto.

Sidang akan kembali digelar Senin (10/7/2017) mendatang dengan agenda yang sama mendengarkan keterangan saksi.

Penulis: Waode Nurmin
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved