Harga Komoditas Pangan Paling Stabil, Ini Kuncinya

Pada Puasa dan Lebaran tahun ini, merupakan yang paling stabil sepanjang sepuluh tahun terakhir.

Harga Komoditas Pangan Paling Stabil, Ini Kuncinya
TRIBUN TIMUR
Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Syarkawi Rauf di Tribun Timur Sabtu (18/3/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Kinerja Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) bekerja sama dengan Tim Satuan Tugas (Satgas) Pangan yang dibentuk Polri, Tim Kementan, dan Kemendag sepanjang Puasa hingga Lebaran tahun ini perlu diapresiasi.

Kestabilan harga jual dan pasokan sejumlah komoditas pangan selama ini mampu menumbuhkan kepercayaan investor yang tercermin pada penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada sesi awal perdagangan paska libur Puasa dan Lebaran kemarin.

Baca: KPPU Rancang Aplikasi Putus Rantai Kartel

Ketua KPPU, Syarkawi Rauf yang dihubungi via WhatsApp, siang tadi mengatakan, kerja keras seluruh tim membuahkan hasil positif.

Harga jual dan pasokan komoditas pangan pada Puasa dan Lebaran tahun ini, merupakan yang paling stabil sepanjang sepuluh tahun terakhir. Capaian tersebut tentunya memberikan efek positif pada perekonomian nasional.

"Pengawasan tim membuat pasokan pangan stabil, dan berdampak pada harga yang stabil bahkan cenderung turun. Sehingga, inflasi pada Juni 2017 sekitar 0,69 persen penyumbang utamanya bukan lagi komoditas pangan tetapi angkutan udara. Hal ini mendorong ekspektasi positif para investor dan menurut beberapa pemberitaan media, mampu menguatkan IHSG hingga mencapai rekor 5.910 point," ujar Syarkawi.

Terdapat empat komoditas pangan yang menjadi sorotan utama yakni daging sapi, gula, minyak goreng, dan bawang putih.

Selama ini, seluruh tim secara intensif menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar dan Rumah Pemotongan Hewan (RPH) di kota-kota besar untuk memantau perkembangan pasokan dan harga.

Menurut Syarkawi, koordinasi lintas kementerian/lembaga mempersempit ruang gerak para spekulan yang selama ini berperan memainkan harga jual, sehingga pasokan pangan cukup lancar dan membuat harga jual terkendali.

Sebagai contoh, pada tahun-tahun sebelumnya, harga daging sapi segar bisa mencapai hingga Rp 150 ribu per kilogram (kg), tetapi pada lebaran lalu harganya stabil di kisaran Rp 120 ribu per kg untuk daging segar kualitas terbaik. Sementara harga daging sapi beku tetap stabil Rp 80 ribu per kg sesuai dengan ketentuan harga eceran tertinggi (HET) Kemendag.

Harga gula di pasar ritel masih stabil sesuai HET senilai Rp 12.500 per kg. Padahal, di tahun lalu harganya sempat menyentuh Rp 18 ribu per kg.

Begitu juga harga minyak goreng yang tetap sesuai HET senilai Rp 11 ribu per liter atau bahkan Rp 10 ribu per liter di pasar tradisional untuk minyak Kemasan sederhana di mana tahun lalu naik hingga Rp 23 ribu per liter.

"Harga bawang putih juga mengalami penurunan, kecuali jenis cutting yang memang harganya mahal karena kualitas nya paling baik, sejak diimpor dari China harganya sudah mahal," kata dia. (*)

Penulis: Muhammad Fadhly Ali
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved