Dishub Sulsel: Taksi Konvensional Contohi Taksi Bosowa, Kenapa?

Minat masyarakat menggunakan taksi online memang besar dikarenakan tarifnya yang murah dan efisien

Dishub Sulsel: Taksi Konvensional Contohi Taksi Bosowa, Kenapa?
HANDOVER
Suasana rapat terkait respons revisi Peraturan Menteri (PM) No. 32 Tahun 2016, tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak dalam Trayek khususnya tarif yang dirilis kemenhub 1 Juli lalu. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sulsel, Ilyas Iskandar usai menggelar rapat terbuka di Ruang Rapat Dishub Sulsel, Jl Perintis Kemerdekaan, Rabu (5/7/2017) menuturkan, mestinya tarif per 1 Juli yang dikeluarkan Kemenhub harus diberlakukan.

"Tetapi saya melihat banyak penolakan yang terjadi di beberapa daerah termasuk Ibu Kota, Jakarta. Sehingga tarif dasar tersebut masih bisa berubah," kata Ilyas sapaanya.

Baca: Dishub Sulsel Hanya Akui Grab dan GoCar

Minat masyarakat menggunakan taksi online memang besar dikarenakan tarifnya yang murah dan efisien, mengingat perhitungan jarak sudah diketahui saat memesan.

Menurut Ilyas, seharusnya taksi konvensional harus mengikuti zaman. Seperti yang dilakukan Taksi Bosowa yang menggunakan aplikasi online tetapi dengan tarif konvensional.

"Benefit lainnya, pengguna Taksi Bosowa bakal dapat diskon-diskon tertentu. Nah ini yang patut dicotohi," kata Ilyas. (*)

Penulis: Muh. Hasim Arfah
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved