Pedagang Pasar Atapange Tuding Dinas Perdagangan Wajo Jual Lods

Nur juga meminta Disdag untuk segera menyelesaikan masalah yang telah berlangsung hampir setahun tersebut.

Pedagang Pasar Atapange Tuding Dinas Perdagangan Wajo Jual Lods
St Hamdana/tribunwajo.com
Pedagang pasar berunjuk rasa di depan Kantor Dinas Perdagangan dan Pasar (Disdagsar) Kabupaten Wajo, Jl Lamaddukkelleng, Sengkang, Wajo, Selasa (4/7/2017). 

Laporan Wartawan TribunWajo.com, St Hamdana Rahman

TRIBUNWAJO.COM, TEMPE - Pedagang pasar berunjuk rasa di depan Kantor Dinas Perdagangan dan Pasar (Disdagsar) Kabupaten Wajo, Jl Lamaddukkelleng, Sengkang, Wajo, Selasa (4/7/2017).

Mereka menuntut Disdag mengembalikan lods yang telah mereka tempati selama puluhan tahun di Pasar Atapange, Desa Rumpia, Kecamatan Majauleng.

Pedagang pasar Nur Alang mengatakan, setelah pasar direnovasi, para pedagang dipindahkan ke lapak yang tidak layak.

"Kami tiba-tiba diarahkan ke tempat yang tidak layak, lebih bagus ji kandang kambing daripada lapak yang dikasi. Padahal janjinya, setelah direnovasi, lods kami akan kembali tempati," ujar Nur kepada TribunWajo.com.

Menurutnya, lods yang dulunya dijanjikan petugas pasar telah dijual dengan harga yang lebih tinggi dari uang yang telah diserahkan pedagang.

"Kami beri uang kepada seorang petugas pasar saat masih renovasi. Janjinya, semakin cepat dikasi, akan semakin cepat juga ditempati lods setelah direnovasi, tapi ternyata malah ditempati orang baru yang membayar lebih tinggi," tuturnya.

Baca: Polsek Wajo Bantah Korban Penikaman di Jl Tentara Pelajar Ulah Begal

Nur juga meminta Disdag untuk segera menyelesaikan masalah yang telah berlangsung hampir setahun tersebut.

"Kami minta dinas agar mengurus pengembalian lods kami," ucapnya.

Ketua Aliansi Mahasiswa Wajo Bersatu (AMIWB) Arianto Ardi yang mendampingi para pedagang menduga, ada jual beli lods yang dilakukan oknum Disdag.

"Ada indikasi jual beli lods di Pasar Atapange, sehingga pedagang yang mestinya menempati posisi semula akhirnya tergeser oleh orang baru yang telah membayar dengan harga lebih tinggi," ucapnya.(*)

Penulis: St Hamdana Rahman
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved