Mudik Sulsel 2017

8 Hari, 25 Pengendara Tewas di Jalan dan 114 Luka-Luka

Jika diperbandingkan dengan operasi pada tahun 2016, tercatat dihari ke 8 ada 19 orang yang meninggal di jalanan.

munjiyah/tribunpangkep.com
Kecelakaan di Soreang, Kelurahan Bontolangkasa, Kecamatan Minasatene, Kabupaten Pangkep, Sulsel, Jumat (23/6/2017) menewaskan 4 orang. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -Delapan hari operasi Ramadania 2017, pihak Ditlantas Polda Sulsel mencatat sudah 25 pengendara yang meninggal dunia dijalan raya.

Hal tersebut diungkapkan Kabag Opsnal Ditlantas Polda Sulsel, AKBP Suratmin saat ditemui tribun di Ditlantas Polda, Jl Ap Pettarani, Selasa (27/6/2017) siang.

"Hingga hari ke delapan, kami mencatat sudah ada 25 orang yang meninggal, ini kebanyakan dari human eror atau out control si pengendara," kata Suratmin.

Data tersebut tercatat dalam Operasi Ramadania 2017, sejak tanggal 19 Juni hingga nanti tanggal 4 Juli. Data ini juga dianggap mengalami peningkatan.

Lanjut Suratmin, peningkatan tersebut jika diperbandingkan dengan operasi pada tahun 2016, tercatat dihari ke 8 ada 19 orang yang meninggal di jalanan.

"Artinya pada tahun 2017 ini, meningkat sampai 32 persen, ini baru 50 persen operasi ramadania berlangsung, kami harapkan angka itu menurun," jelasnya.

Menurutnya, beberapa kecelakaan yang menewaskan lebih dua orang sekaligus, terbilang pada faktor Human Eror atau Out Control dan juga faktor kelalaian.

"Seperti kasus kecelakaan di pangkep, itu adalah faktor out kontrol atau human eror, diduga supirnya ngantuk dan tidak stabil dalam berkendara," ujar Suratmin.

Sedangkan kasus di Sidrap, Suratmin menyebutkan ada dugaan kelalaian dari pengendara bus. Karena diketahui jalan-jalan di Sidrap berbelok dan sempit.

Untuk jumlah Kecelakaan Lalulintas pada tahun 2017 ini ada 80, perbandingannya dengan 2016 ada 98 kasus, artinya rata-rata kasus kecelakaan turun 18 persen.

Sedangkan jumlah korban luka berat, 10 orang untuk tahun 2017 dan 2016 ada 17 orang, trenya turun 41 persen, dan luka ringan 104 dari 111, turun 4 persen.

Suratmin menambahkan, untuk kerugian materil pada operasi Ramadania 2017, ada 262 juta, sedangkan ditahun 2016 tercatat 302 juta, turun 13 persen. (*)

Penulis: Darul Amri Lobubun
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved