KKP Anggarkan Rp 2 Miliar Untuk Rekondisi Kapal Induk Ikan

Sementara sisanya masih dalam tahap rekondisi yang ditarget akan rampung usai lebaran mendatang. Adapun pengganggaran rekondisi kapal mencapai Rp 2 mi

KKP Anggarkan Rp 2 Miliar Untuk Rekondisi Kapal Induk Ikan - iki_20170611_233016.jpg
Muh Abdiwan/Tribun Timur
Direktur Jenderal (Dirjen) Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Sjarief Widjaja melakukan peninjauan atas rencana pembuatan kapal induk ikan di galangan kapal PT Industri Kapal Indonesia (IKI) Makassar. Kehadiran Dirjen Perikanan Tangkap KKP, Sjarief Widjaja didampingi langsung Komisaris PT IKI Swerjono saat melakukan konfrensi pers terkait kunjungan lapangan ke tempat pembuatan kapal di galangan PT IKI Makassar, Minggu (11/6/2017). tribun timur/muhammad abdiwan
KKP Anggarkan Rp 2 Miliar Untuk Rekondisi Kapal Induk Ikan - iki_20170611_232734.jpg
Muh Abdiwan/Tribun Timur
Direktur Jenderal (Dirjen) Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Sjarief Widjaja melakukan peninjauan atas rencana pembuatan kapal induk ikan di galangan kapal PT Industri Kapal Indonesia (IKI) Makassar. Kehadiran Dirjen Perikanan Tangkap KKP, Sjarief Widjaja didampingi langsung Komisaris PT IKI Swerjono saat melakukan konfrensi pers terkait kunjungan lapangan ke tempat pembuatan kapal di galangan PT IKI Makassar, Minggu (11/6/2017). tribun timur/muhammad abdiwan

Laporan Wartawan Tribun Timur, Alfian

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) segera memiliki 14 Kapal Cold Storage atau Kapal induk/tampung ikan di laut lepas Indonesia. Kapal yang rencananya akan beroperasi di delapan titik seluruh Indonesia ini akan resmi diluncurkan usai lebaran.

Hal tersebut lantaran pengerjaannya masih dilakukan di PT Industri Kapal Indonesia (PT IKI) Makassar. Sebetulnya kapal yang digunakan nantinya merupakan Kapal Mina Jaya 300 GT yang kembali direkondisi.

Kapal yang lama tak difungsikan dan kini tertampung di Galangan Kapal PT IKI menjadi pilihan. Lantaran kapal tersebut bermuatan cukup besar, mencapai 350 ton.

Selain itu Direktur Utama PT IKI, Edy Widarto, menerangkan jika Kapal Mina Jaya cukup refresentatif sebagai Kapal Tampung. Lantaran memiliki pendingin ruangan (Box) mencapai -60 derajat Celcius.

"Dengan suhu tersebut ikan akan segar terus bahkan seperti saat masih pertama kali ditangkap," katanya.

Hingga saat sudah terdapat dua Kapal yang dioperasikan. Kapal tersebut saat ini dioperasikan oleh Perum Perusahaan Indonesia (Perindo) dan PT Perikanan Nusantara (Perinus).

Sementara sisanya masih dalam tahap rekondisi yang ditarget akan rampung usai lebaran mendatang. Adapun pengganggaran rekondisi kapal mencapai Rp 2 miliar per unit.

"Masih ada proses rekondisi sisa kapak yang lain, dengan total anggaran Rp 1 miliar hingga Rp 2 miliar per kapal," tutup Edy.

Direktur Jendral Direktorat Perikanan Tangkap Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP), Sjarief Widjaja, menyambut baik pengadaan Kapal tampung tersebut. Menurutnya hadirnya kapal induk atau kapal tampung nantinya meningkatkan pendapatan para nelayan.

"Otomatis dengan pengadaan ini bisa memberikan kemudahan bagi nelayan yang juga berdampak pada pendapatan, lantaran kapal-kapal tersebut nantinya siap siaga," tuturnya saat meninjau pembangunan kapal di PT IKI Jl Galangan Kapal, Minggu (11/6).

Untuk sementara waktu Sjarief menerangkan jika Kapal tersebut hanya diperuntukan bagi penangkapan ikan Tuna. Dengan memberlakukan tarif yang cukup murah bagi para nelayan.Sebarannya antara lain di wilayah Utara meliputi Sangir Talaud dan Bitung; wilayah Selatan meliputi Timika dan Merauke serta seputaran Samudera India meliputi Lombok, Mataram, Cilacap dan Bungus.

Penulis: Alfian
Editor: Ardy Muchlis
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved