Peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional Dipusatkan di Makassar, Ini Kata SYL

Peringatan Harketnas bakal memamerkan segi pertahanan dan keamanan, hasil produksi dalam negeri, kapal cepat, amfibi, panser ampifi, kapal nelayan GPS

Peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional Dipusatkan di Makassar, Ini Kata SYL
TRIBUN TIMUR/MUHAMMAD ABDIWAN
Ratusan kepala sekolah dan calon kepala sekolah se-Sulawesi Selatan mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Calon Kepala Sekolah SMA/SMK Sederajat di Hotel Four Point by Sheraton, Selasa (6 Juni 2017). Acara yang akan berlangsung 6-11 Juni ini dibuka oleh Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kemdikbud RI, Sumarna Sumapranata. Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo, turut hadir dan memberi sambutan pada pembukaan tersebut. tribun timur/muhammad abdiwan 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Hasim Arfah

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) akan dipusatkan di Makassar pada 10 Agustus 2017.

Dirjen Penguatan Inovasi Kemenristek Dikti, Jumain Appe mengatakan, Hakteknas peringatan Harketnas berawal pada tahun 1995, saat peluncuran pesawat N2 50 oleh PT IPTN yang dikembangkan putra putri Indonesia, yang dipimpin oleh BJ Habibie.

Saat itu, Indonesia sudah dianggap bisa mengembangkan teknologi dengan kemampuan sendiri.

"Ini harus dilanjutkan dengan memberikan motivasi kepada putra-putri kita, karena teknologi menjadi penggerak utama menjadi negara maju yang bisa bersaing dengan negara lainnya," katanya.

Ia mengatakan Makassar menjadi salah satu daerah yang memiliki potensi cukup besar dari segi pertanian, perikanan, perkebunan, pertambangan, dan pariwisata.

Peringatan Harketnas bakal memamerkan segi pertahanan dan keamanan, hasil produksi dalam negeri, kapal cepat, amfibi, panser ampifi, kapal nelayan GPS.

Sementara itu, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, berharap, Sulsel bisa menjadi lokasi kegiatan nasional.

Syahrul berharap masyarakat bisa memaksimalkan riset dan teknologi untuk program modernisasi pertanian, potensi sumber daya laut, potensi hutan untuk industri, dan lainnya.

"Saya berharap bukan hanya seremonial saja, tapi ada teknologi yang bisa dilihat dan diterapkan, sebagai visioner kedepan. Bahkan ada penamaan baru bagi temuan teknologi. Jangan buat setengah-setengah, apalagi Presiden yang akan membuka acara ini," tegasnya

Penulis: Muh. Hasim Arfah
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved