Hadiri Buka Puasa Wahdah Islamiah, Pangdam Senang Berada di Antara Hafidz

Dalam perjalanan yang relatif muda Wahdah Islamiyah yang bergerak dalam dakwah, pendidikan dan sosial mendapat penerimaan yang cukup baik.

Hadiri Buka Puasa Wahdah Islamiah, Pangdam Senang Berada di Antara Hafidz
HANDOVER
Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Wahdah Islamiyah menggelar buka puasa bersama penghafal Al Quran dan dhuafa di Masjid Darul Hikmah Kantor Pusat WI, Jl Antang Raya, Kota Makassar.

Laporan wartawan Tribun Timur, Saldy

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Wahdah Islamiyah menggelar buka puasa bersama penghafal Al Quran dan dhuafa di Masjid Darul Hikmah Kantor Pusat WI, Jl Antang Raya, Kota Makassar.

Acara ini berlangsung Sabtu kemarin, selain dihadiri lebih dari 200 penghafal Al Quran buka puasa ini juga dihadiri dari jajaran muspida di antaranya Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Agus Surya Bakti, Kepala SPN Batua Kombes Pol Fajaruddin, Asisten Bidang Perekonomian Pembangunan dan Sosial Makassar Kussayeng, Kabag Kesra Makassar Aswis Badwi dan senator Sulsel Iqbal Parewangi.

Dalam rilis yang dihimpun tribun-timur.com, Minggu (4/6/2017), Ketua Harian DPP Wahdah Islamiyah Ustad Dr Rahmat Abdul Rahman memaparkan perkembangan ormas Wahdah Islamiyah yang kini telah berusia 15 tahun.

Dalam perjalanan yang relatif muda Wahdah Islamiyah yang bergerak dalam dakwah, pendidikan dan sosial mendapat penerimaan yang cukup baik di tengah masyarakat.

Di antara capaian WI sekarang ini adalah telah eksis di  153 wilayah dan daerah dan telah memiliki 187 sekolah dan pesantren yang tersebar di 57 DPD.

"Wahdah Islamiyah akan terus menyebarkan dakwah dengan hikmah dan bijak dan berupaya melakukan sosialisasi sebaik-baiknya kepada masyarakat melalui gerakan dakwah, pendidikan dan sosial," kata ustad Rahmat.
 
Sementara itu, Mayjen TNI Agus Surya Bakti mengapresiasi berbagai program Wahdah Islamiyah utamanya dalam bidang dakwah dan pendidikan.

Menurut Agus, peranan WI sangat besar dalam meningkatkan kecerdasan masyarakat, sehingga dapat memahami pemasalahan bangsa.

Banyak permasalahan yang timbul dalam bangsa ini karena masyarakat tidak memahami permasalahan bangsa dan mendasarinya dengan ajaran Al Quran dan hadits.

"Andaikata itu (Al Quran dan hadits) menjadi pengetahuan bagi para generasi muda saya yakin bangsa ini akan menjadi bangsa yang hebat, bangsa yang menjalani hidupnya dengan nafas Al Quran dan Hadits," kata Agus.

Mayjen Agus merasa sangat senang berada di tengah-tengah penghafal Al-Quran. Baginya penghafal Al Quran punya marwah tersendiri.

“InsyaAllah nanti para prajurit saya juga ikut dalam program hafal Al Quran. Kita ciptakan prajurit-prajurit yang juga hafal Al Quran. Agar para prajurit tetap hidup dalam koridor yang damai dalam Islam” ungkap mantan Deputi I BNPT tersebut.

Dalam kesempatan tersebut juga dibagikan sembako kepada para pimpinan pesantren dan dhuafa.

Tebar Sembako Dhuafa adalah program Nasional Wahdah Islamiyah di Bulan Ramadhan dan dilaksanakan di seluruh DPD se-Indonesia.(*)

Penulis: Saldy Irawan
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved