Pemkot Parepare Juga Raih WTP 2017
Dalam menyusun laporan keuangan secara transparan, efektif, akuntabel dan sinergitas antara dprd dan seluruh pihak.
Penulis: Mulyadi | Editor: Suryana Anas
Laporan Wartawan Tribun Timur, Mulyadi
TRIBUN-TIMUR.COM, PAREPARE -Pemerintah Kota Parepare untuk kali kedua di bawah kepemimpinan Dr HM Taufan Pawe meraih predikat Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).
Penyerahan laporan hasil pemeriksa atas LKPD Tahun anggaran 2016 diserahkan langsung oleh Anggota VI BPK RI DR. Harry Azhar Aziz dan didampingi oleh Kepala BPK Provinsi Sulsel di Kantor Perwakilan BPK Makassar, Senin (29/5/2017)
Harry Azhar menjelaskan opini WTP yang diraih oleh Kabupaten Kota dengan Memperhatikan kesesuaian, kepatuhan dan efektifitas sistem pengendalian internal dengan laporan berbasis akruar secara memadai serta menyusun dan merancanga engendalian secara intern .
Pencapaian opini WTP juga merupakan komitmen pemerintah kota dalam menyusun laporan keuangan secara transparan, efektif, akuntabel dan sinergitas antara dprd dan seluruh pihak.
BPK juga mengeluarkan beberapa rekomendasi untuk ditindaklanjuti paling lama enam puluh hari sejak laporan diberikan dan diharapkan kepada seluruh kabupaten kota untuk segera menindaklanjuti dan jika tidak di indahkan aparat hukum berkewenangan untuk turun memeriksa.
Harry Azhar juga menjelaskan Opini WTP harus disertai dengan kesejahteraan rakyat dan pemerintah daerah perlu memperharikan indikator kesejahteraan masyarakat dalam mengimplementasi keuangan daerah.
Laporan LKPD tahun 2016, laporan sistem intern dan kepatuhan terhadap perundangundanagan. Dan disusun berdasarkan basis akrual dan sesuai tujuh laporan, laporan arus kas,
BPK emberikan opini pada daerah kKta Parepadredengan opini WTP dan ini merupakan kali kkeempat etelah tahun 2004.2005 dan 2015 dan ini merupakan opini yang keempat kalinya di Kota Parepare.
Pemberian opini WTP oleh BPK harus nemenuhi standar yang ditetapkan mulai dari Standar Akuntansi Pemerintahan, kepatuhan terhadap peranturan perundangundangan dan Satuan Pengawasan Internal.
Menurut Taufan Pawe saat memimpin coffee morning di Kantor Walikota, penghargaan WTP yang diraih bukan tanpa sebab, tetapi Parepare dalam pelaporan keuangan sudah layak untuk mendapatkan predikat dari badan keuangan.
"Tahun ini Alhamdulillah kita meraih lagi opini WTP untuk yang kedua kalinya dan pada dua tahun kemarin kita tidak mendapatkan karena adanay permasalahan pada uang BBM," Pungkas Taufan.
Taufan juga menambahkan, penghargaan kali ini oleh BPK melihat dari beberapa kriteria penilaian mulai dari tandar Akuntansi Pemerintahan, kepatuhan terhadap peranturan perundangundangan dan Satuan Pengawasan Internal.
Pemberian opini merupakan bentuk apresiasi dari BPK atas hasil pemeriksaan laporan keuangan, disamping pemberian rekomendasi lainnya. Laporan keuangan yang disusun oleh kementerian/lembaga dan pemerintah daerah merupakan media akuntabilitas keuangan yang disajikan sesuai Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP).
Selain Kota Parepare meraih Opini WTP, 10 Kabupaten Kota bulukumba, wajo, makassar, sidrap, kota palopo, barru, luwu utara, Bantaeng, Bone. Luwu juga meraih opini WTP.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/wpar2_20170529_230248.jpg)