Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Umur Baru 23 Tahun, Hidup Petra Sihombing Sudah Segetir ini

Penyanyi Petra Sihombing tiba-tiba membuat banyak orang terkejut dengan curhatnya.

Editor: Ilham Arsyam
Petra Sihombing 

TRIBUN-TIMUR.COM - Penyanyi Petra Sihombing tiba-tiba membuat banyak orang terkejut dengan curhatnya.

Penyanyi 23 tahun ini curhat panjang tentang karier dan keluaganya.

Petra tampaknya tak bisa membendung kepedihan hidup yang kini dialaminya.

Melalui akun instagramnya ia mengungkapkan sejumlah kegetiran hidup yang dialaminya kini.

Dari keluarga berantakan hingga kondisi ekonominya yang anjlok.

“Tiba-tiba gue banyak tanggung jawab yang menurut kacamata gue too much di umur 23 tahun,’ ungkapnya.

Cuthat Petra Sihombing ini juga dituangkannya dalam lirik lagu berjudul ‘Nirmala’.

Berikut curhatan-curhatan Petra:

Keluarga berantakan.
Apa sih yang nggak berantakan?
Duit kurang.

Apa sih yang nggak kurang?
Nggak nyaman.
Apa sih nyaman itu?

Manusia akan selalu mencari lebih, karena itu manusiawi.
Kita nggak akan nyari kurang. Yekan.
Kelebihan.
Kelebihan.
Kelebihan.

Yang gue baru ngeh adalah ternyata gue cuma butuh ada yang ngerti. Buat gue itu cukup. Gue cukup Aries (kata orang-orang) dengan menjadi pribadi yang keras. Positifnya adalah segila apapun masalahnya, gue akan mencoba selesain itu sendiri.
Negatifnya.
Ya itu.

Sendiri. "Kau melihat aku bagai nirmala.
Tak pernah ada yang bisa.
Tak pernah ada yang bisa."

Gue nulis lirik di reff ini disaat gue lagi merasa semua masalah yang harusnya bisa bukan gue yang handle, dilemparkan ke gue. Tiba-tiba gue banyak tanggung jawab yang menurut kacamata gue too much di umur 23 tahun. Gue merasa harusnya bukan gue yang ngurus ini semua. Cuma disaat taruhannya adalah orang-orang yang gue cintai, gue gak bisa diem. Alhasil gue kerja keras memecahkan tiap masalah-masalah itu.
Dan lagi-lagi.
Sendiri.

Gue capek.
Gue marah.

Tapi di malam gue nulis Nirmala, gue terbayang sosok yang bisa membuat gue 0.
Nol.
Kosong.
Penuh.

Otak gue membuat definisi sendiri akan konsep itu, dan hati gue menerimanya. Disitu gue merasa diredam. Bukan di ambil alih kendali sama orang lain. Tapi dibuat jadi itu tadi yang gue bilang.
0.
Nol.
Kosong.
Penuh.

Gue merasa gue belajar banyak banget selama 2 tahun terakhir dalam hidup gue, dan salah satunya adalah menyadari betapa banyak hal baik yang sudah gue terima. Hal itu bikin gue pengen lebih banyak memberi.
Akhirnya akan lebih indah kalo hal-hal yang gue alami, gue bagikan ke pendengar gue. Terdengar simpel, tapi yang gue rasain adalah selama ini di semua lagu yang gue rilis bisa dibilang banyak filternya.
Gue takut.

Takut orang gak ngerti.

Takut orang gak bisa terima cerita gue.

Takut orang gak bisa terima gue.

Tapi sekarang gue pikir yaudahlah.

Yang penting gue jujur.

Take it or leave it.

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved