83 Persen Prodi S1 Universitas Hasanuddin Sudah Terakreditasi A BAN-PT

Dekan Fisip Unhas, Prof Dr Alimuddin Unde MSi mengatakan pencapaian tersebut merupakan hasil dari komitmen yang tinggi dari setiap prodi untuk meraih

83 Persen Prodi S1 Universitas Hasanuddin Sudah Terakreditasi A BAN-PT
TRIBUN TIMUR/HASRUL
Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof Dr Andi Alimuddin Unde MSi 

Laporan Wartawan Tribun Timur Hasrul

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) mengumumkan hasil akreditasi terhadap dua Program Studi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Hasanuddin (Unhas), yaitu Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Sosiologi.

Kedua program studi tersebut memperoleh akreditasi “A”. Akreditasi untuk Program Studi Sosiologi tertuang dalam Surat Keputusan BAN-PT Nomor 1226/SK/BAN-PT/Akred/S/IV/2017 tertanggal 25 April 2017.

Sementara akreditasi untuk Program Studi Ilmu Pemerintahan tertuang dalam Surat Keputusan Nomor 1299/SK/BAN-PT/Akred/S/V/2017 tertanggal 2 Mei 2017.

Dengan akreditasi tersebut, maka tercatat 50 dari 60 program studi S1 di Unhas yang terdaftar di BAN-PT telah mencapai akreditasi “A”. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dari baseline 30 prodi S1 yang terakreditasi A pada tahun 2015.

Dekan Fisip Unhas, Prof Dr Alimuddin Unde MSi mengatakan pencapaian tersebut merupakan hasil dari komitmen yang tinggi dari setiap prodi untuk meraih predikat terbaik.

“Sebagai pemimpin Fakultas, kami melakukan monitoring pada setiap tahapan penyusunan borang akreditasi hingga visitasi oleh tim asesor BAN-PT. Kami juga mengoptimalkan asesor BAN-PT yang secara organik merupakan tenaga pengajar Unhas untuk membantu, memberikan bimbingan dan arahan dalam penyusunan borang akreditasi BAN-PT agar dapat sesuai standar yang dibutuhkan,” kata Alimuddin.

Dorongan akreditasi program studi merupakan bagian dari peningkatan mutu yang menjadi perhatian Unhas. Langkah yang dilakukan adalah penguatan sistim penjaminan mutu internal (SPMI) di tingkat Prodi melalui Unit Penjaminan Mutu (UPM), dan tingkat Fakultas melaui Gugus Penjaminan Mutu Fakultas (GPMF).

Sementara di tingkat institusi sistem mutu dikembangkan melalui Lembaga Penjaminan Mutu Internal (LPMI).

Sementara itu Kepala LPMI Unhas, Prof Dr Dirayah Rauh Husain DEA mengatakan kegiatan dari masing-masing unit berupa penguatan sistim melalui peningkatan standar, penyusunan dan revisi dokumen mutu yang mengacu pada Permenristekdikti yang baru, serta Audit Mutu Internal. Selain itu pendampingan saat penyusunan dokumen reakreakreditasi.

“Harapan kita semua bahwa angka perolehan ini meningkat hingga akhir tahun 2018 melalui penguatan pelaksanaan Tridarma terkait pemenuhan sarana dan prasana, sumber daya manusia, serta pemenuhan pendanaan untuk pelaksanaan pembelajaran dan penelitian dan outputnya,” Prof Dirayah.

Tantangan yang dihadapi adalah ketersediaan data yang terdokumentasi secara reguler dan sistimatis di setiap level organisasi serta intergrasinya.

Ketersediaan dan akses prodi pada dokumen pendukung yang dibutuhkan dalam dokumen akreditasi dalam bentuk digital. Apalagi, kini BAN-PT telah mengaplikasikan sistem penilaian akreditasi berbasis online, sehingga ketersediaan data digital menjadi keharusan.

Penulis: Hasrul
Editor: Ina Maharani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved