Kesthuri Minta Pemerintah Tindak Tegas Travel Terapkan Sistem Ponzi

Skema Ponzi ini sangat diminati calon jamaah karena berbiaya murah dan memeroleh fasilitas mewah hingga bintang empat

Kesthuri Minta Pemerintah Tindak Tegas Travel Terapkan Sistem Ponzi
TRIBUN TIMUR/NURUL ADHA ISLAMIAH
DPD Kesatuan Travel Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kesthuri) Sulsel menggelar kegiatan Musyawarah Daerah II di Hotel Myko Makassar, Rabu (24/5/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Nurul Adha Islamiah

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -Ketua DPP Kesatuan Travel Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kesthuri) Asrul Azis Taba meminta ketegasan pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama menertibkan travel tak berizin bahkan yang menerapkan sisem ponzi.

"Sudah lama sebenarnya ada beberapa tavel yang menerapkan sistem ponzi tersebut. Ini cerita lama. Namun, pemerintah mengaku tidak aturan yang jelas untuk menertibkan travel tak berizin," ujarnya kepada Tribun Timur disela pembukaan Musda II Kesthuri Sulsel di Hotel Myko, Jl Boulevard, Makassar, Rabu (24/5/2017).

Skema ponzi merupakan langkah bisnis yang dilakukan pengusaha travel di mana uang jamaah yang mendaftar saat ini digunakan untuk memberangkatkan umrah jamaah yang mendaftar tahun lalu.

"Jamaah yang mendaftar saat ini akan diberangkatkan tahun depan menggunakan uang jamaah yang mendaftar saat itu," kata Asrul.

Skema Ponzi ini sangat diminati calon jamaah karena berbiaya murah dan memeroleh fasilitas mewah hingga bintang empat.

Dengan hanya membayar lunas Rp 12 juta hingga Rp 16 juta, calon jamaah sudah bisa berangkat umrah dengan masa tunggu satu tahun.

Namun pada kenyataannya, sejumlah travel mengalami masalah. Beberapa diantaranya kesulitan memberangkatkan calon jamaahnya akibat ketiadaan dana.

"Harapan kami, sebelum jatuh korban lebih banyak, sebaiknya pemerintah berani mengambil langkah tegas terhadap travel yang menerapkan sistem ponzi," katanya.

Apalagi, sosialisasi yang sedang giat-giatnya dilakukan Kesthuri ke sejumlah daerah kalah dengan promosi umrah murah travel yang menerapkan sistem ponzi tersebut.

Halaman
12
Penulis: Nurul Adha Islamiah
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved