Hanafi Rais Nilai Reformasi Belum Tuntas
Ia mengungkapkan Amin Rais menganggap saat orde baru terdapat kolusi dan nepotisme dalam negara.
Penulis: Muh. Hasim Arfah | Editor: Anita Kusuma Wardana
Laporan Wartawan Tribun Timur, Hasim Arfah
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Ketua Komisi Pemenangan Pemilu Nasional (KPPN) DPP PAN, Hanafi Rais menganggap reformasi kali ini belum tuntas.
"Reformasi adalah gerakan politik itu belum tuntas. Kita wajib mengingat kembali gerakan reformasi, yang pantas untuk mengawal reformasi adalah PAN karena lahir dari reformasi," kata Putra Amin Rais ini dalam pembukaan Rapat Koordinasi Wilayah Pemenangan Pemilu DPW dan DPD PAN se Sulsel di Hotel Dalton, Jl Perintis Kemerdekaan, Makassar, Sulsel, Senin (22/5/2017).
Baca: Ashabul Kahfi: PAN Mesti Nomor Satu
Ia mengungkapkan Amin Rais menganggap saat orde baru terdapat kolusi dan nepotisme dalam negara.
"Situasi saat itu, sebagian besar orang memilih menjadi kancil pilek, orang lebih memilih pura-pura pilek yang tak mau mencium bau busuk kala itu, kalau kita melawan maka dianggap subversif," katanya.
Baca: PAN Sulsel Tak Yakin Survei Populi Center
Sehingga, sebagian besar orang memilih untuk jadi kancil pilek.
"PAN jangan keluar dari rel reformasi dan semangat itu harus tetap ada dalam diri kita. Kedepan, bicara reformasi yakni menghentikan reklamasi di Jakarta," katanya.
Sehingga, kader PAN Sulsel juga mesti mendukung.
"Itu juga harus kita dukung, tidak hanya di Jakarta tapi kader PAN nasional termasuk kader PAN Sulsel," katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/pan-sulsel_20170522_120127.jpg)